KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA, LINGKARAKTUAL.COM – Belajar tidak hanya di dalam kelas, tapi juga langsung di tengah alam. Siswa-siswi Sekolah Alam Cikeas Bogor menggelar kegiatan Project Based Learning di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya menambah wawasan, tapi juga berkontribusi nyata dengan menanam ratusan bibit mangrove dan terumbu karang.(16/04/26)
Sekolah Alam Cikeas Bogor kembali menggelar kegiatan pembelajaran luar ruang yang edukatif. Kali ini, rombongan siswa yang berkemah di Pulau Tidung Kecil (TIKE), Pulau Tidung, disambut hangat oleh pihak pengelola kawasan.
Hadir langsung menyambut dan memberikan materi, Kepala UPT Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (Ka PBKL), Ibu Andi Dala Jemma, serta Kepala Satuan Pelaksana Konservasi Laut (Kasatlak Konservasi Laut), Bapak Kurnianto Pudji Santoso.

Dalam kesempatan tersebut, Ka PBKL Ibu Andi Dala Jemma berharap untuk kedepannya agar bisa berkontribusi yang lebih baik lagi. Beliau menyampaikan bahwa pihak PBKL siap memberikan dukungan berupa bibit mangrove, bibit terumbu karang, hingga benih ikan laut bagi instansi atau lembaga yang membutuhkan, dengan cara mengajukan surat resmi langsung ke PBKL.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi erat antara sekolah dengan berbagai instansi, antara lain: UPT. PBKL Dinas KPKP, Dinas Lingkungan Hidup (LH), serta GROUP PENUNGGUL (pemuda peduli lingkungan).

Selama kegiatan berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 April, para siswa mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan praktis yang disampaikan langsung oleh para ahli:
– Budidaya ikan Nemo dan penyu oleh Bapak Sahrul Gunawan (PBKL).
– Teknik budidaya ikan laut oleh Bapak Edo (BBIL).
– Teknik penanaman mangrove dan terumbu karang oleh Bapak Erick Surhardi GROUP PENUNGGUL Penunggul(pemuda peduli lingkungan)
– Pengelolaan dan pemilahan sampah oleh Bapak Muhammad Alim (Dinas Lingkungan Hidup).
– Sesi interaktif atau Kusiner (tanya jawab) bersama Bapak Sam Unsidik selaku tokoh masyarakat dan warga Pulau Tidung.
Tidak hanya teori, para siswa juga melakukan aksi nyata. Mereka berkesempatan menanam 50 bibit mangrove yang disediakan oleh SDA, serta menanam 100 bibit terumbu karang dari GROUP PENUNGGUL (pemuda peduli lingkungan)
Pihak sekolah yang diwakili oleh Bapak Cecep beserta jajaran guru memberikan apresiasi tinggi. Mereka menyampaikan rasa terima kasih karena seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.
Ke depannya, Sekolah Alam Cikeas berharap dapat terus menjalin kerja sama dan berkolaborasi kembali dalam kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi generasi muda dan kelestarian alam Sungguh kegiatan yang sangat bermanfaat, menggabungkan ilmu pengetahuan dengan kontribusi nyata untuk alam. Semoga kegiatan seperti ini terus digelar demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
(Bonin Suryadi)











