BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Lahir Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro, tersebut berjalan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Acara dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Endik Susilo. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pengurus DPC, kader partai, tokoh masyarakat, simpatisan, serta tamu undangan.
Peringatan Hari Lahir Bung Karno tahun ini tidak dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, maupun anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar. Ketidakhadiran mereka dikarenakan sedang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional PDI Perjuangan yang berlangsung di Bali pada 4 hingga 7 Juni 2026.

Meski demikian, ketidakhadiran sejumlah pimpinan partai tersebut tidak mengurangi makna dan kesakralan peringatan Hari Lahir Sang Proklamator. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa, pemikiran, serta perjuangan Bung Karno bagi bangsa Indonesia.
Rangkaian tasyakuran diawali dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk mengenang jasa-jasa Bung Karno sekaligus memohon keberkahan bagi bangsa dan negara. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas lahirnya Bung Karno yang telah mewariskan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.
Suasana kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan ketika para pengurus partai, kader, tokoh masyarakat, serta tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat. Tasyakuran kemudian ditutup dengan ramah tamah yang menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di antara seluruh peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Endik Susilo menyampaikan bahwa bulan Juni memiliki makna yang sangat istimewa bagi masyarakat Blitar dan keluarga besar PDI Perjuangan. Bahkan, bulan tersebut kerap dikenal sebagai “Bulan Bung Karno” karena menjadi rangkaian momentum penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
“Pada bulan Juni terdapat sejumlah peristiwa bersejarah yang berkaitan erat dengan Bung Karno. Mulai dari lahirnya Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, hingga wafatnya beliau pada 21 Juni. Semua momentum tersebut menjadi pengingat bagi kita terhadap warisan pemikiran dan perjuangan Bung Karno bagi bangsa Indonesia,” ujar Endik.
Menurutnya, Bung Karno telah mewariskan ajaran Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai kekuatan utama dalam pembangunan bangsa. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila.
“Momentum inilah yang menjadi bagian dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar untuk terus menggelorakan semangat perjuangan sesuai konsep dan ajaran Bung Karno yang telah diwariskan kepada seluruh anak bangsa Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Endik mengajak seluruh jajaran partai untuk semakin mempererat hubungan dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perjuangan politik harus senantiasa berjalan bersama rakyat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Ini juga menjadi bagian dari komitmen pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar untuk lebih giat merapatkan barisan kepada rakyat, berjuang bersama rakyat, dan bergotong royong dengan rakyat dalam membangun bangsa sesuai cita-cita Indonesia,” terangnya.
Pada momentum tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, kader, dan simpatisan partai yang selama ini terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran partai, pengurus, kader maupun simpatisan yang selama ini telah bersama-sama bergotong royong membangun kehidupan bermasyarakat. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju dan berjaya,” ungkap Endik.
Menutup sambutannya, Endik menegaskan bahwa tasyakuran Hari Lahir Bung Karno tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas jasa-jasa Sang Proklamator, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi dan penguatan semangat perjuangan kader partai dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Harapan kami, melalui momentum tasyakuran ini seluruh pengurus, kader, dan simpatisan semakin solid dalam menyongsong tahun politik 2029. Dengan semangat perjuangan Bung Karno, kedekatan dengan rakyat, serta budaya gotong royong yang terus terjaga, kami optimistis PDI Perjuangan akan semakin berjaya di Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (ric)











