Beranda Komunitas HMI Bandung Tantang Transparansi Polisi: 13 Diamankan, Nasib 60 Mahasiswa Masih Dipertanyakan!

HMI Bandung Tantang Transparansi Polisi: 13 Diamankan, Nasib 60 Mahasiswa Masih Dipertanyakan!

BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung melontarkan desakan keras kepada kepolisian agar tidak menutup-nutupi proses hukum terhadap mahasiswa yang diamankan dalam rangkaian aksi demonstrasi.

HMI menuntut keterbukaan aparat mengenai alasan penangkapan, bukti dugaan pelanggaran, hingga kepastian status hukum setiap mahasiswa yang diamankan.

Persoalan ini menjadi sorotan setelah HMI mengaku menerima informasi bahwa sebanyak 13 orang telah diamankan. Tak hanya itu, mereka juga mempertanyakan nasib sekitar 60 orang yang sebelumnya disebut ditangkap, tetapi hingga kini alasan penangkapannya dinilai belum mendapatkan penjelasan yang terang.

Ketua HMI menegaskan, aparat kepolisian tidak boleh menjadikan penangkapan dan penahanan sebagai tindakan tanpa kejelasan dasar hukum.
Jika memang terdapat bukti pelanggaran, proses hukum harus berjalan. Namun, apabila tidak ditemukan bukti yang cukup, mahasiswa yang bersangkutan harus segera dibebaskan.

Berita Lainnya  LSM TRINUSA Audiensi Bersama BBWS Pompengan Jeneberang: Bahas Dugaan Tambang Galian C Ilegal hingga Masalah Gulma Eceng Gondok

“Kami sedang mengawal proses ini. Kami ingin ada proses yang transparan dari pihak kepolisian.
Kalau teman-teman kami yang ditangkap memang terbukti bersalah, silakan diproses sesuai hukum.

Tetapi apa buktinya? Kalau teman-teman kami yang mengikuti aksi demonstrasi tidak terbukti bersalah dan tidak ada buktinya sama sekali, kami meminta agar segera dibebaskan. Jangan ditahan lebih lama,” tegas R.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa HMI tidak sedang meminta mahasiswa yang melakukan pelanggaran hukum dibebaskan dari pertanggungjawaban.

Sebaliknya, mereka menuntut agar setiap tindakan kepolisian memiliki dasar hukum yang jelas, disertai bukti dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami taat pada hukum. Silakan proses kawan kami yang memang bersalah. Kami tidak akan membela. Tetapi kalau tidak melakukan apa-apa dan tidak terbukti bersalah, jangan sampai mereka justru ditahan tanpa kejelasan,” lanjutnya.

Berita Lainnya  Bantuan Revitalisasi Dari Kementerian Dan Program Pemerintah Untuk TKIT AL - IKHLAS Purwakarta Sangat Disambut Baik Dan Antusias Kepala Sekolah Beserta Orangtua Siswa Sangat Berterima Kasih

KELUARGA MENUNGGU, KEPASTIAN HUKUM JANGAN DIGANTUNG!

Tak hanya menyoroti proses hukum, HMI Bandung juga mengingatkan bahwa di balik mahasiswa yang diamankan terdapat keluarga yang sedang menanti kabar dan kepastian.

Orang tua dan keluarga para mahasiswa disebut masih menunggu informasi mengenai kondisi, keberadaan, serta status hukum anggota keluarga mereka.

“Teman-teman kami hari ini ada di rumah orang tuanya, ada keluarga yang menunggu. Mereka juga bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki hak untuk mendapatkan keadilan,” ungkapnya R.

Bagi HMI, persoalan ini bukan semata-mata tentang mahasiswa yang diamankan, melainkan juga menyangkut hak setiap warga negara untuk mendapatkan perlindungan hukum dan perlakuan yang adil.

Berita Lainnya  Pemdes Karang Anyar Gelar Program Gemarikan, Dorong Peningkatan Gizi Anak dan Pencegahan Stunting

Karena itu, HMI Cabang Bandung mendesak kepolisian segera memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar penangkapan, dugaan tindak pidana yang disangkakan, serta bukti yang menjadi dasar proses hukum terhadap para mahasiswa.

Mereka juga meminta agar setiap mahasiswa yang tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum segera dibebaskan, bukan justru dibiarkan berada dalam ketidakpastian.

HMI menegaskan akan terus mengawal perkembangan persoalan tersebut hingga terdapat kejelasan hukum bagi seluruh mahasiswa yang diamankan.

Kini, tuntutan HMI mengarah pada satu hal mendasar: buka dasar penangkapannya, tunjukkan buktinya, dan berikan kepastian hukumnya! Sebab, penegakan hukum harus berjalan berdasarkan bukti dan prosedur, bukan menyisakan tanda tanya bagi mahasiswa maupun keluarga yang menunggu.

Penulis: Pupu. P

Bagikan Artikel