BEKASI, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Kecelakaan maut yang melibatkan truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, menjadi perhatian serius dan harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi pengaturan lalu lintas, khususnya terhadap kendaraan besar dan berat yang melintas pada jam-jam padat aktivitas masyarakat.
Peristiwa tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan pengaturan jam operasional kendaraan berat di jalan perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan kepolisian, perlu mengambil langkah konkret dengan memperketat pembatasan waktu melintas bagi kendaraan berat, terutama truk bermuatan besar, truk molen, kendaraan pengangkut material, dan angkutan barang bertonase tinggi.
Apabila ada kendaraan berat seperti bertonase tinggi yang melanggar aturan, jangan ada toleransi bagi pengguna kendaraan berat bahkan pemilik perusahaan nya, dan berikan sanksi tegas dan terukur, agar kejadian serupa tidak terulang.
Jangan sampai jalan raya yang setiap hari digunakan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas ekonomi justru menjadi ruang yang menyimpan risiko keselamatan akibat lemahnya pengaturan lalu lintas.
Aturan Harus Tegas, Bukan Sekadar Imbauan
Pembatasan jam operasional kendaraan berat tidak boleh berhenti sebatas imbauan. Pemerintah harus menghadirkan regulasi yang jelas, terukur, dan disertai sanksi tegas bagi perusahaan maupun pengemudi yang melanggar ketentuan.
Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika terjadi kecelakaan atau setelah muncul sorotan publik.
Selain pembatasan jam melintas, pemerintah perlu memastikan kelayakan kendaraan melalui pemeriksaan teknis berkala, kondisi sistem pengereman, muatan kendaraan, serta kompetensi pengemudi.
Keselamatan Masyarakat Harus Menjadi Prioritas
Jangan menunggu jatuhnya korban berikutnya untuk melakukan pembenahan. Keselamatan pengguna jalan harus ditempatkan di atas kepentingan kelancaran distribusi barang dan aktivitas transportasi.
Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalur yang dilalui kendaraan berat, terutama di kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas masyarakat.
Kecelakaan di Jalan Cut Mutia seharusnya menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kebijakan bahwa pengaturan kendaraan berat bukan persoalan sepele.
Masyarakat membutuhkan kebijakan yang nyata, pengawasan yang konsisten, serta penegakan aturan yang tidak pandang bulu.
Jangan sampai nyawa masyarakat kembali menjadi harga mahal akibat lemahnya pengaturan dan pengawasan lalu lintas.
(Red)











