Beranda Kesehatan Bandung Nutrition & Dietetic Course VI Dorong Transformasi Layanan Gizi untuk Generasi...

Bandung Nutrition & Dietetic Course VI Dorong Transformasi Layanan Gizi untuk Generasi Sehat dan Berkualitas

BANDUNG, JAWA BARAT || Lingkaraktual.com || – 24 Juni 2026 — Asosiasi Dietisien Indonesia Pimpinan Daerah Jawa Barat menggelar Kursus Bandung Nutrisi dan Diet Angkatan ke-6 bertema “Transforming Nutrition Service Through a Growth Mindset”.

Kegiatan berlangsung di Harris Hotel Convention 1 Kota Bandung dan menghadirkan narasumber utama Ir. Doddy Iswadi, B.Sc, M.A, P.hd, tenaga ahli yang memiliki rekam jejak panjang sebagai Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan serta mantan Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat periode 2019–2022.

Dalam pemaparannya, Doddy menegaskan pandangan yang sering terlupakan: peran tenaga gizi dan dietisien tidak hanya terbatas saat penyakit sudah muncul, melainkan dimulai jauh sebelum masalah kesehatan terjadi.

“Kita bekerja di empat tahap: promotif melalui edukasi gizi, preventif untuk menghindari risiko penyakit, kuratif untuk mendukung pemulihan, hingga rehabilitatif agar kualitas hidup kembali optimal. Ini bukan sekadar soal menu makanan, tapi penggerak perubahan kesehatan secara menyeluruh,” tegasnya.

Berita Lainnya  Ayah Kandung di Kabanjahe Ditangkap, Diduga Cabuli Anaknya Sendiri

Ia mencontohkan kondisi nyata di Kota Bandung, di mana banyaknya makanan siap saji dan gorengan menimbulkan tantangan tersendiri. “Masyarakat perlu paham kualitas bahan dan cara pengolahan — seperti keamanan minyak yang digunakan — agar makanan yang dikonsumsi benar-benar bermanfaat bagi tubuh,” tambahnya.

Doddy juga mengkritik posisi profesi ini yang selama ini masih kurang terlihat. “Di rumah sakit misalnya, kita sering hanya dianggap sebagai penyusun menu, padahal peran dalam pengambilan keputusan layanan kesehatan belum dimanfaatkan secara maksimal. Profesi ini belum sepenuhnya terasa dampaknya di mata masyarakat,” ujarnya tegas.

Berita Lainnya  Terkuak!!! Berkedok Panti Pijat, Healthy Massage "Xotic" di Jalan Arteri Kelapa Dua Raya Kebon Jeruk Diduga Jadi Tempat Praktik Prostitusi, APH Diminta Bertindak Tegas

Menurutnya, gizi harus dipandang sebagai investasi pembangunan manusia, bukan sekadar kebutuhan makan sehari-hari. “Gizi menentukan kualitas fisik, kecerdasan, daya tahan tubuh, hingga produktivitas sepanjang hidup. Seperti di Jepang, nutrisi menjadi perhatian lintas kementerian karena mereka sadar: generasi yang sehat dan bergizi baik akan menjadi SDM yang cerdas dan kompetitif,” jelasnya.

Tantangan utama saat ini bukan hanya kurangnya informasi, melainkan kesadaran yang belum berubah menjadi perilaku nyata. “Banyak orang tahu pola makan sehat, tapi belum tentu mau dan mampu melakukannya secara konsisten. Di sinilah peran ahli gizi menjadi jembatan antara pengetahuan dan praktik sehari-hari,” ungkap Doddy.

Indonesia memiliki keuntungan besar: setiap tahunnya ribuan lulusan gizi tersebar di seluruh daerah. Jika dikelola dengan baik, mereka bisa berperan sebagai penggerak perubahan perilaku, baik di fasilitas kesehatan, sekolah, industri, maupun masyarakat luas.

Berita Lainnya  KDS: Daerah Terancam Kekurangan Pegawai jika Rekrutmen PPPK Dihentikan

Sebagai penutup, Doddy mengingatkan tanggung jawab besar profesi ini. “Masa depan bangsa bergantung pada kualitas generasinya. Kalau kita gagal membangun manajemen gizi yang baik, maka ahli gizi pun yang akan ikut dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, perkuat peran di bidang pencegahan, tingkatkan literasi gizi, dan pastikan dampak layanan kita terasa langsung oleh setiap keluarga.”

Kursus ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan transformasi layanan gizi yang lebih strategis, terukur, dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan.

(Pu2t)

Bagikan Artikel