BREBES, JAWA TENGAH || LINGKARAKTUAL.COM || – Dinding Walicung Park ini berubah jadi kanvas raksasa. Walicung Park malam ini pecah. Event “Walicung Mural 2 resmi dimulai dengan 2 kategori: Lomba Mural untuk umum dan Lomba Mewarnai untuk anak-anak.
Event Walicung Mural 2″ resmi start dengan tema besar ” Peradaban Kuno Nusantara”.
Peserta mural ditantang menuang Majapahit, Sriwijaya, Borobudur, Prambanan, sampai kisah raja – raja. Nusantara ke dinding obyek wisata.
Untuk peserta datang dari berbagai kota Surabaya, Malang, Jogyakarta, Magelang, Jakarta dan Sekitar Bumiayu dan juga diikuti Peserta
Adik – adi Sekitar Brebes Selatan untuk mewarnai ambil bagian hias motif candi, relief, dan ornamen khas kerajaan kuno. Semua karya disorot lampu biar detailnya keluar meski jam malam.
Panitia bilang tema ini sengaja dipilih biar generasi muda kenal lagi kejayaan Nusantara lewat seni. Pengunjung bisa belajar sejarah sambil lihat seniman kerja langsung.
Acara digelar mulai malam ini, Rabu 10 Juni 2026, dan lanjut sampai besok hari Kamis 11 Juni 2026. Dinding-dinding spot wisata disulap jadi kanvas. Peserta mural bebas berekspresi, sementara adik-adik peserta mewarnai fokus hias gambar karakter & alam.
Lampu sorot dipasang panitia biar karya tetap kelihatan detail meski malam. Pengunjung yang datang bisa nonton langsung proses kreatif dan foto bareng karya yang lagi dikerjain.
“Walicung Mural 2” ini targetnya dobel: ngasah bakat seniman lokal dan bikin Walicung Park jadi destinasi wisata edukasi seni yang beda dari biasanya.
Dinding Walicung park
malam ini berubah jadi kanvas raksasa.
Puluhan peserta tumpah ruah menghiasi tembok obyek wisata Walicung Park dengan tema bebas.
Panitia sengaja menggelar acara dimalam hari biar suasananya beda dan lampu sorot bikin warna cat makin hidup.
“Walicung Mural 2 ” ini targetnya dobel: ngasah bakat seniman lokal dan bikin Walicung park jadi destinasi wisata edukasi seni yang beda dari biasanya.
Panitia berharap lomba ini bukan cuma adu kreativitas, tapi juga bikin Walicung park makin dikenal sebagai sport wisata dan seni di walicung park, wanatirta Paguyangan
Heru Mustofa











