Beranda Komunitas Unisba Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Membangun Ekosistem Halal Berkelanjutan di Lembur Hibar

Unisba Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Membangun Ekosistem Halal Berkelanjutan di Lembur Hibar

BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Komitmen Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Program Studi Ekonomi Pembangunan, bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Koperasi Lembur Hibar Wallagri dalam mendampingi penyusunan perencanaan kolaborasi multipihak guna membangun ekosistem halal berkelanjutan di kawasan Lembur Hibar, Kota Bandung.

Lembur Hibar merupakan kawasan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan sebagai living lab atau laboratorium hidup. Kawasan ini mengintegrasikan pemberdayaan sosial, penguatan ekonomi masyarakat, nilai-nilai Islam, kearifan lokal, serta inovasi untuk menjawab berbagai tantangan sosial perkotaan.

Program pengabdian yang dilaksanakan tim Unisba menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pengembangan kawasan melalui proses perencanaan yang partisipatif dan berbasis data. Kegiatan tersebut dirancang dalam tiga tahapan selama tiga tahun, dengan tahun pertama difokuskan pada penyusunan profil masyarakat, pemetaan sosial, serta pemetaan potensi kolaborasi multipihak.

Ketua Tim Pengabdian, Lutfhi Ahmad Barwanto, S.T., M.P.W.K., menjelaskan bahwa pembangunan masyarakat yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, dan media agar setiap potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang secara optimal.

Berita Lainnya  Menteri Tenaga Kerja, Dirjen KPAII Kementerian Industri, dan Kepala BPS RI Perkuat Komitmen Sukseskan SE2026

Selama pelaksanaan kegiatan, tim dosen dan mahasiswa PWK Unisba melakukan observasi lapangan, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan instrumen survei, inventarisasi fasilitas sosial, serta pemetaan sosial bersama masyarakat.

Seluruh proses dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus RW, pengurus Koperasi Lembur Hibar Wallagri, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, serta kelompok sasaran 12 PAS sehingga menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, kelembagaan, dan potensi kawasan.

Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Lembur Hibar memiliki modal sosial yang sangat kuat. Berbagai inisiatif masyarakat telah berkembang, mulai dari koperasi syariah, urban farming, sekolah lansia, PKBM, pengelolaan sampah, hingga beragam kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Di sisi lain, tim juga mengidentifikasi perlunya penguatan tata kelola kelembagaan, integrasi data sosial, peningkatan kapasitas digital, serta pengembangan jejaring kolaborasi agar seluruh potensi tersebut dapat tumbuh secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah tersusunnya basis data sosial-ekonomi masyarakat yang sebelumnya belum terdokumentasi secara sistematis. Melalui kegiatan profiling, masyarakat bersama tim pengabdian berhasil memetakan karakteristik kelompok sasaran, kondisi sosial-ekonomi, kebutuhan pengembangan, hingga kondisi kelembagaan Koperasi Lembur Hibar Wallagri. Data tersebut menjadi fondasi penting dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran pada tahap berikutnya.

Berita Lainnya  Sidak Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Dinilai Hanya Formalitas, Proyek Pengurugan Diduga Ilegal di Desa Sukaasih Kembali Berjalan

Tim juga menyusun peta sosial kawasan yang menggambarkan persebaran fasilitas sosial, kawasan urban farming, lahan pertanian, koperasi, pasar komunitas, serta berbagai aset sosial yang dimiliki masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya memetakan persoalan yang dihadapi warga, tetapi juga mengidentifikasi kekuatan lokal yang dapat dikembangkan sebagai modal pembangunan kawasan.

Selain itu, kegiatan ini menghasilkan pemetaan awal berbagai pemangku kepentingan yang berpotensi terlibat dalam pengembangan Lembur Hibar. Melalui FGD dan wawancara, masyarakat bersama tim pengabdian mengidentifikasi peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal. Pemetaan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun model tata kelola kolaboratif yang mampu memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.

Bagi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unisba, kegiatan ini menjadi implementasi nyata keilmuan perencanaan wilayah yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan.

Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengumpulan data, fasilitasi masyarakat, analisis kawasan, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan wilayah. Melalui pendekatan tersebut, proses pembelajaran sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan di masyarakat.

Berita Lainnya  DPD IWO-I Kabupaten Bekasi, Serukan Masyarakat Pasang dan Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Bulan Agustus 2026

Sementara itu, bagi LPPM Unisba, kegiatan ini mencerminkan komitmen universitas dalam mendorong pengabdian yang menghasilkan dampak nyata, memperkuat jejaring kemitraan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi. Harapan

Harapan akan keberlanjutan kolaborasi ini turut disampaikan oleh Ketua Koperasi Lembur Hibar Wallagri, Hidayatullah. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dilanjutkan dan diperbesar dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, sehingga program pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak pihak.

Menurutnya, jika saat ini kolaborasi telah menjangkau puluhan mitra, maka perluasan kolaborasi ke depan diharapkan dapat turut membantu mengatasi persoalan rentenir yang masih dihadapi sebagian masyarakat di kawasan tersebut.

Ke depan, hasil pemetaan yang telah disusun akan menjadi pijakan dalam penyusunan rencana aksi strategis bersama seluruh pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara Unisba, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, LPPM Unisba, Koperasi Lembur Hibar Wallagri, pemerintah, dan berbagai mitra lainnya, diharapkan Lembur Hibar dapat berkembang sebagai model kawasan pemberdayaan masyarakat yang mampu mengintegrasikan inovasi, ekonomi halal, kearifan lokal, dan nilai-nilai Islam dalam pembangunan yang berkelanjutan.

(Red)

Bagikan Artikel