PURWAKARTA, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Masyarakat dari berbagai daerah tampak antusias menghabiskan waktu libur akhir pekan dengan menikmati suasana alam di Wisata Alam Taman Batu, Jalan Taman Batu, Pasir Medang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Wisata alam yang menawarkan keindahan bebatuan serta aliran air alami tersebut menjadi salah satu destinasi yang cukup diminati wisatawan. Salah satu daya tariknya adalah tersedianya fasilitas parkir gratis bagi armada bus yang datang membawa rombongan wisatawan.
Pada Minggu (13/9/2026), sejumlah armada bus dari berbagai daerah terlihat mulai berdatangan sejak pagi. Saat tim media berada di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB, area parkir bahkan sudah hampir penuh. Meski demikian, sejumlah armada lainnya masih terus berdatangan.

Wisatawan yang berkunjung tidak hanya berasal dari wilayah Purwakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari luar daerah, di antaranya Tangerang, Sukabumi, Bekasi, dan Bogor.
Selain menawarkan pemandangan alam dan bebatuan besar yang menjadi ciri khasnya, Wisata Alam Taman Batu juga menyediakan sejumlah fasilitas bagi pengunjung, seperti area camping dan tempat piknik. Pengunjung juga dapat menikmati kesegaran air yang mengalir secara alami dan jernih.
Pengelola Wisata Alam Taman Batu, H. Imron Salim, mengatakan pihaknya sengaja memberikan fasilitas parkir gratis bagi armada bus sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada para wisatawan.
“Untuk tempat parkir armada bus saya gratiskan dan tidak dipungut biaya sepersen pun. Untuk keamanan juga sudah saya libatkan Linmas Desa serta dibantu Babinsa dan Babinmas, supaya para pengunjung yang datang merasa lebih aman,” ujarnya.
Sementara itu, warga Desa Cipeundeuy, Hasanudin, menyampaikan bahwa keberadaan Wisata Alam Taman Batu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dari sisi perekonomian.
“Dengan adanya Wisata Alam Taman Batu ini sangat membantu kami dan warga masyarakat lainnya. Terima kasih juga kepada H. Imron Salim sebagai pengelola yang sudah mengizinkan kami berada di sini. Terutama dari segi ekonomi, masyarakat bisa ikut terangkat,” ungkapnya.
Hasanudin juga menyoroti perkembangan infrastruktur dan akses jalan menuju kawasan wisata. Menurutnya, kondisi jalan saat ini secara bertahap semakin baik dan lebih nyaman dilalui kendaraan.
“Untuk infrastruktur atau jalan sekitar 70–80 persen perlahan-lahan dalam proses penyelesaian. Dulu mobil dua unit saja tidak bisa masuk, sekarang alhamdulillah sudah lebih lebar dan nyaman untuk dilalui. Berarti kampung kami ini mulai perlahan maju,” pungkasnya.
(D.F & Red)











