BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – 19 September 2026 — Paguyuban Asgar Nusantara Ngahiji mengajak masyarakat, khususnya warga Jawa Barat, untuk kembali menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur budaya Sunda berupa Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh sebagai bagian dari upaya memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial, serta persatuan masyarakat.
Ketua Umum Asgar Nusantara, H. Hendi Suhendi, S.H., menegaskan bahwa nilai Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh tidak semestinya hanya menjadi semboyan budaya, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai tersebut memiliki makna penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati, peduli, dan membantu satu sama lain.
Memaknai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh
Silih Asah dimaknai sebagai semangat untuk saling mencerdaskan, berbagi pengetahuan, mengembangkan kemampuan, serta membuka wawasan. Setiap orang didorong untuk terus belajar dan tumbuh bersama tanpa merasa lebih tinggi dari yang lain.

Silih Asih berarti saling menyayangi, peduli, dan mengedepankan empati dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai ini menempatkan kasih sayang dan persaudaraan sebagai dasar hubungan antarsesama tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan.
Sementara Silih Asuh mengandung makna saling menjaga, membimbing, dan melindungi. Semangat tersebut diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, mengayomi kelompok yang lemah, serta menjaga persatuan sebagai sebuah keluarga besar.
Asgar Nusantara Wujudkan dalam Kegiatan Sosial
H. Hendi mengatakan, Asgar Nusantara berupaya menerapkan nilai-nilai tersebut melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Asgar Nusantara, yang berhimpun putra-putri Garut dan seluruh Nusantara, menjadikan Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Kami membersihkan lingkungan, merawat tempat ibadah, mempererat silaturahmi, dan saling membantu tanpa pamrih. Itulah wajah persaudaraan sejati,” ujar H. Hendi.
Ia menambahkan, perkembangan zaman yang semakin cepat jangan sampai membuat masyarakat kehilangan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Di zaman yang serba cepat ini, banyak orang lupa cara bersaudara. Padahal nilai-nilai luhur tersebut telah mengajarkan pentingnya persatuan hati. Kekuatan kita bukan hanya pada harta atau jabatan, tetapi pada persatuan dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang aman, rukun, dan sejahtera.
Ajak Pemerintah dan Masyarakat Perkuat Persatuan
Asgar Nusantara Ngahiji juga mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghidupkan kembali budaya gotong royong dan persaudaraan.
Beberapa hal yang didorong antara lain mengutamakan kepentingan bersama, menjaga budaya luhur sebagai identitas masyarakat, memperjuangkan kesejahteraan yang dapat dirasakan masyarakat, serta menolak berbagai bentuk perpecahan.
Sekretaris Jenderal Paguyuban Asgar Nusantara Ngahiji, Rd. Yadi Suryadi, menegaskan bahwa nilai budaya harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi slogan.
“Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh harus menjadi karakter dalam kehidupan kita. Ketika masyarakat mau saling mengasah kemampuan, saling mengasihi, dan saling mengasuh, maka akan tumbuh kekuatan kebersamaan yang menjadi modal penting untuk membangun bangsa,” ujar Rd. Yadi Suryadi.
Ia mengajak seluruh anggota Asgar Nusantara dan masyarakat luas untuk menjaga persaudaraan serta menjadikan budaya gotong royong sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Mari kita jadikan nilai-nilai luhur itu nyata. Bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui perbuatan. Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh untuk Nusantara yang lebih baik,” pungkasnya.











