Beranda Crytocurrency Ratusan UMKM Blitar Belajar AI, Jairi Siapkan Pendampingan hingga Literasi Keuangan dan...

Ratusan UMKM Blitar Belajar AI, Jairi Siapkan Pendampingan hingga Literasi Keuangan dan Ekspor

BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Berangkat dari semangat tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., menggelar sosialisasi bertajuk “Mengembangkan Peluang di Industri Kreatif dengan Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI)” di Trinit Hall Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 125 pelaku UMKM dan content creator dari berbagai daerah. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari kuota peserta yang telah terpenuhi sehingga pendaftaran ditutup tujuh hari sebelum pelaksanaan.

Sejumlah pelaku UMKM lainnya bahkan belum sempat mengikuti kegiatan karena keterbatasan kuota.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengenalan dasar mengenai pemanfaatan AI, tetapi juga memperoleh akses Canva AI Pro secara gratis selama 365 hari.

Fasilitas itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendesain materi promosi, membangun identitas merek, hingga menghasilkan desain kemasan produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Berita Lainnya  Bergerak Menuju Zero New Stunting, Pemkot Bandung Fokus Benahi Sanitasi, Lingkungan dan Gizi

Jairi mengatakan, pelatihan tersebut menjadi langkah awal agar pelaku UMKM tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.

Menurutnya, AI dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas promosi dan produktivitas usaha.
HGB

“Pelatihan ini merupakan pengenalan awal. Peserta kami ajarkan bagaimana memanfaatkan Canva AI dengan cara yang sederhana sehingga bisa langsung diterapkan dalam usaha mereka,” ujar Jairi.

Ia menjelaskan, pelatihan selama satu hari baru memberikan pemahaman dasar mengenai penggunaan AI. Untuk menguasai berbagai fitur secara optimal, termasuk menyusun prompt yang tepat agar menghasilkan desain sesuai kebutuhan, peserta membutuhkan waktu belajar yang lebih panjang.

“Kalau sehari, peserta baru bisa mengenal dan membuat desain sederhana. Namun setidaknya mereka sudah memahami bagaimana AI dapat membantu meningkatkan produktivitas usahanya,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM, kegiatan tersebut juga menghadirkan perwakilan Bank Mandiri.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka akses pembiayaan dan permodalan bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan kapasitas bisnisnya setelah memperoleh bekal pemanfaatan teknologi digital.

Menurut Jairi, pendampingan kepada peserta tidak berhenti setelah pelatihan berakhir. Seluruh peserta akan tergabung dalam grup WhatsApp yang didampingi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur melalui pembinaan dan pelatihan daring secara berkala.

Berita Lainnya  Kapolda Aceh Terima Audensi Komisaris PT ASDP, Perkuat Sinergi Wujudkan Layanan Penyebrangan yang Aman dan Lancar

“Kami ingin pendampingan berjalan terus. Pelatihan online akan dirutinkan sehingga para pelaku UMKM bisa terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” jelasnya.

Ia menegaskan, program tersebut dirancang untuk mendorong UMKM binaan agar mampu naik kelas.

Setelah memahami pemanfaatan AI, peserta akan mendapatkan materi lanjutan mengenai peningkatan kualitas produksi, literasi keuangan, strategi pemasaran digital, hingga peluang memasuki pasar ekspor.

“Harapan kami ada kolaborasi antara pemerintah, dunia perbankan, dan pelaku usaha sehingga UMKM tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang dan naik kelas. Setelah memahami produksi, nantinya mereka juga akan dibekali literasi keuangan dan bahkan kelas ekspor,” ungkapnya.

Jairi menambahkan, kualitas produk yang baik harus diimbangi dengan kemampuan pemasaran yang efektif. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu strategi penting agar produk UMKM mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memiliki daya saing yang semakin kuat.

Berita Lainnya  Meski Diterpa Isu Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% dari Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

“Karena itu kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyiapkan pelaku UMKM agar mampu memproduksi lebih banyak sekaligus memasarkannya dengan lebih efektif melalui teknologi digital,” pungkasnya.

Selain mendorong transformasi digital bagi pelaku UMKM, Jairi juga menyampaikan bahwa Komisi E DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melanjutkan program pemberian uang kehormatan bagi imam masjid dan musala sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam memimpin salat berjamaah di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap penerima memperoleh uang kehormatan sebesar Rp2,5 juta per tahun. Untuk wilayah Blitar dan Tulungagung, sekitar 100 imam masjid dan musala menerima manfaat pada tahun ini.

Penyaluran dilakukan secara bergiliran dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta pemenuhan persyaratan administrasi yang berlaku.

Dengan berbagai program tersebut, Jairi berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat terus diperkuat.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM sekaligus memberikan apresiasi kepada para tokoh yang berkontribusi dalam kehidupan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat. (ric)

Bagikan Artikel