Beranda Komunitas KKN Mahasiswa UNSIKA Praktekkan Cara Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Blok di...

KKN Mahasiswa UNSIKA Praktekkan Cara Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Blok di RT 02 Dusun 01 Desa Sumberurip

PEBAYURAN, KABUPATEN BEKASI || LINGKARAKTUAL.COM || – Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar praktik langsung pengolahan sampah plastik menjadi paving blok di RT 02 Dusun 01, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, rabu 15 juli 2026. Kegiatan ini disambut antusias warga yang selama ini resah dengan tumpukan sampah plastik rumah tangga.

Dalam praktek nya para mahasiswa di hadiri warga dari tokoh masyarakat dan para ema ema dengan hadir nya warga ia ingin mengetahui gimana cara nya mengubah sampah jenis plastik yang bisa di jadikan sebuah paving blok.

Sa’at di temui awak media lingkar aktual salah satu warga kp pamahan Rt 02 dusun 01 merasa terbantu dengan ada nya kuliah kerja nyata ade ade dari unsika yang mempraktekan cara mengolah sampah plastik menjadi sebuah material yang bermanfa’at, ujar bu Ani.

Koordinator KKN UNSIKA Desa Sumber Urip, Ristin jumpita Wandira, menjelaskan program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memberi nilai ekonomi. “Sampah plastik kalau dibakar mencemari udara, kalau dibuang ke kali bikin banjir. Kami ajarkan warga cara mengubahnya jadi paving blok yang bisa dipakai buat jalan gang atau dijual,” ujar Ristin di sela kegiatan.

Berita Lainnya  Gawat..!! Diduga Demi Raup Keuntungan Lebih, Proyek Irigasi P3A TGAI DI Desa Karang Jaya Curi Volume

Proses Pengolahan Langsung Dipraktikkan
Sebanyak 15 mahasiswa KKN bersama 25 warga RT 02 mulai praktik sejak pukul 08.00 WIB di halaman rumah Kepala Dusun 01. Langkah pertama, warga diminta memilah sampah plastik jenis HDPE dan PET seperti botol minuman, kantong kresek, dan bungkus detergen. Sampah lalu dicacah kecil-kecil menggunakan mesin pencacah sederhana.

“Setelah dicacah, plastik dicampur dengan pasir halus dan oli bekas dengan perbandingan 1:3:1. Campuran itu kemudian dipanaskan di atas tungku sampai meleleh sekitar 30 menit. Adonan panas dituang ke cetakan paving ukuran 20×10 cm, lalu dipadatkan dan didinginkan,” terang muhammad selamet, anggota KKN dari Fakultas Teknik UNSIKA.

Berita Lainnya  Cakades Sriamur Bang Sada Gelar Arisan Keluarga, Mohon Doa Restu Maju di Pilkades 2026-2034

Warga tampak takjub saat melihat hasil cetakan pertama. Paving blok dari sampah plastik itu kuat, tidak mudah pecah, dan lebih ringan dibanding paving semen. “Ternyata sampah yang selama ini kami bakar bisa jadi kayak gini. Kuat juga diinjak-injak,” kata enda Ketua Rt 02 dusun 01.

Dukungan Pemerintah Desa, Kepala Dusun 01 Sumberurip, “Jaidi Umar Rosidi, yang hadir langsung mengapresiasi inovasi mahasiswa. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya desa mengurangi sampah plastik. “Sumber Urip produksi sampah plastik hampir 2 kuintal per minggu. Kalau bisa diolah jadi paving, gang-gang becek bisa dicor pakai ini. Desa siap fasilitasi alat cetak kalau warga mau produksi rutin,” tegasnya.

Jaidi umar rosidi juga meminta mahasiswa KKN membuat modul pelatihan agar bisa direplikasi ke RT lain. “Jangan berhenti di sini. Targetnya tiap dusun punya bank sampah dan unit produksi paving sendiri.

Berita Lainnya  Sinergi Tanggap Bencana, Polisi Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Raya Cirebon- Bandung

Harapan Warga dan Mahasiswa dan salah satu warga, Nursih, mengaku terbantu dengan pelatihan ini. “Daripada beli paving mahal, mending bikin sendiri. Sampah plastik kan banyak di rumah. Kalau bisa dijual, lumayan buat tambah tambahan blanja keperluan dapur.” ujarnya.

Mahasiswa KKN UNSIKA berkomitmen mendampingi warga sampai bisa produksi mandiri. Mereka juga akan menggandeng BUMDes Sumber Urip untuk pemasaran. “Kualitas paving plastik ini sudah diuji tahan beban 5 ton. Harga jual bisa Rp2.500 per biji, jauh lebih murah dari paving semen yang Rp4.000,” tambah, muhamad.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan beberapa paving blok hasil praktik pertama kepada warga untuk dipasang di jalan gang RT 02. Mahasiswa KKN UNSIKA akan bertugas di Desa Sumber Urip hingga akhir Juni 2026 dengan fokus di bidang lingkungan dan UMkm.

Agung
Media lingkaraktual news

Bagikan Artikel