PEDES, KABUPATEN KARAWANG || Lingkaraktual.com || – pelaksanaan program Pendapatan Belanja Negara (APBN)Tahun 2026,Sebesar Rp 195,000,000 itu diduga tidak dikerjakan sesuai dengan ketentuan teknis sebagai mana mestinya. Karawang (10/07/2026).
Sorotan tersebut muncul setelah awak media lingkaraktual.com, melakukan penelusuran langsung kelokasi dan ditemukan sejumlah kondisi yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari instansi terkait sebagai bahan evaluasi dan pekerjaan.
Dugaan pengurangan (curi) volume pada pemasangan batukali, terutama yang ditumpang diatas galengan (pematang/batas) modus manipulasi kontruksi kecurangan ini dilakukan dengan cara mengurangi dimensi galian dan profil,sehingga volume matrial yang terpasang jauh lebih sedikit dari Rencana Anggaran Biaya(RAB).

Tidak hanya itu,pantauan awak media di lokasi beberapa pekerja tampak tidak mengenakan perlengkapan keselamatan kerja seperti helm proyek,rompi reflektif,sepatu keselamatan (safetyshoes)maupun sarung tangan,kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai penerapan standar K3 dalam pelaksanaan proyek pemerintah tersebut.
Padahal penggunaan APD merupakan bagian penting dari sistem keselamatan kerja untuk meminimkan resiko kecelakaan serta melindungi para pekerja selama proses kontruksi berlangsung.
Dugaan pelanggaran ini,menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan oleh satuan kerja dan balai wilayah(BWS)terkait Dana Negara sebesar Rp,195 juta yang dialokasikan untuk kepentingan pemberdayaan petani kini terancam tidak tepat sasaran dan berpotensi menjadi temuan audit.
“Kami pihak media mendesak pihak kementrian PUPR Khususnya Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal sumberdaya Air,untuk segera menurunkan tim audit Inpestigasi.
Prinsip P3A TGAI harus dijaga sebagai program ypro-petani,jika aturan ini terus dilanggar maka program yang seharusnya menjadi solusi akan berubah menjadi ladang praktik kotor yang merugikan masyarakat petani.
Sebelum berita ini dipublikasikan awak media telah berupaya meminta konpirmasi kepada kepala desa Karangjaya melalui pesan WhatsAPP terkait pelaksanaan P3A- TGAI,yang dikerjakan oleh kelompok Tani Lohjinawi,Namun,hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klaripikasi.
Agung
Media lingkaraktual news











