BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Pemerintah Desa Gunung Gede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, menggelar tradisi Bersih Desa dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan budaya adiluhung warisan leluhur. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Desa Gunung Gede, Selasa malam (14/7/2026), disambut antusias ratusan warga dari berbagai kalangan.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang Ki Wiji Gondho Kusumo yang membawakan lakon “Wahyu Kamulyan”. Lakon tersebut mengandung pesan moral mengenai kepemimpinan yang bijaksana, kejujuran, serta harapan akan terwujudnya kemuliaan, kesejahteraan, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Gunung Gede Mayar Siswanto, jajaran perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Wonotirto, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang memadati area pendopo sejak malam hari.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Gede Mayar Siswanto menegaskan bahwa tradisi Bersih Desa memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud syukur masyarakat atas limpahan rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa sekaligus ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga.
«”Tradisi Bersih Desa merupakan warisan budaya yang harus terus kita jaga bersama. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi ikhtiar memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat Desa Gunung Gede,” ujar Mayar.»
Mayar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta bersama-sama membangun Desa Gunung Gede agar semakin maju tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.
Ia juga menilai pagelaran wayang kulit bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi memiliki fungsi sebagai media edukasi budaya yang sarat akan nilai kehidupan, etika, dan filosofi luhur yang penting diwariskan kepada generasi muda.
«”Kegiatan Bersih Desa ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Semoga Desa Gunung Gede selalu diberikan keberkahan, keamanan, ketenteraman, dan kemajuan sehingga mampu menjadi desa yang semakin sejahtera,” tandasnya.»
Suasana pagelaran berlangsung khidmat sekaligus semarak. Warga tampak antusias mengikuti setiap adegan hingga pertunjukan berakhir larut malam. Lakon “Wahyu Kamulyan” tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral mengenai pentingnya kebajikan, kepemimpinan yang arif, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui penyelenggaraan Bersih Desa ini, Pemerintah Desa Gunung Gede berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus dilestarikan sebagai agenda tahunan. Selain mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi seni budaya tradisional Jawa sebagai identitas dan kekayaan budaya bangsa di tengah pesatnya perkembangan zaman. (ric)











