Beranda News Jalan Raya Rute Kampung Kempes (Sukamulya, Sukatani) Menuju Balong Gubug (Sukawijaya, Tambelang)...

Jalan Raya Rute Kampung Kempes (Sukamulya, Sukatani) Menuju Balong Gubug (Sukawijaya, Tambelang) Rusak dan Berlubang, Pengendara Banyak Mengalami Kecelakaan

KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Jalan Raya penghubung Kampung Kempes, Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani menuju Balong Gubug, Desa Sukawijaya Kecamatan Tambelang, kini berubah bak kubangan maut. Senin (25/05/2016).

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan rusak parah diduga akibat minimnya perhatian pemerintah daerah, membuat para pengendara setiap hari dihantui risiko kecelakaan.

Warga menilai Pemerintah Kabupaten Bekasi terkesan tutup mata terhadap kerusakan infrastruktur yang sudah lama dikeluhkan masyarakat. Padahal, ruas jalan tersebut merupakan akses penting penghubung antar wilayah yang setiap hari dipadati aktivitas warga, mulai dari pekerja, pelajar hingga kendaraan pengangkut barang.

Berita Lainnya  Ketua IWOI Karawang Murka, Sebut Pernyataan Pengawas Korwilcambidik Tirtajaya Cederai UU Pers

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret maupun perbaikan serius dari dinas terkait. Saat hujan turun, lubang-lubang besar tertutup genangan air sehingga menjadi jebakan berbahaya bagi pengendara, khususnya roda dua. Tidak sedikit warga yang dikabarkan terjatuh akibat menghindari lubang ataupun kehilangan kendali saat melintas.

“Sudah sering ada yang jatuh, apalagi malam hari penerangan minim. Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut memicu sorotan tajam masyarakat terhadap kinerja Dinas PUPR Kabupaten Bekasi yang dianggap lamban merespons keluhan warga. Publik mempertanyakan ke mana anggaran perawatan jalan dialokasikan jika kerusakan parah seperti ini terus dibiarkan tanpa penanganan cepat.

Berita Lainnya  Diduga Proyek Siluman, Pemasangan Paving Block Dijalan. Basuki Rahmat, Sindang Kasih, Purwakarta: Tanpa Memasang Plang Pekerjaan

Warga mendesak pemerintah daerah agar tidak hanya menunggu jalan viral atau memakan korban lebih banyak baru bergerak melakukan perbaikan. Mereka meminta adanya tindakan nyata dan cepat demi keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Jika terus dibiarkan, jalan rusak tersebut bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman serius yang dapat merenggut nyawa pengguna jalan kapan saja.

(Red)

Bagikan Artikel