NUSAWUNGU, CILACAP-JAWA TENGAH || LINGKARAKTUAL.COM || – , 25 Mei 2026 – Sebuah pemandangan langka sekaligus menyedihkan terjadi di pesisir laut Desa Karangpakis, Kecamatan Nusawungu, wilayah perbatasan Kabupaten Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah. Seekor hiu tutul (Rhincodon typus), yang merupakan jenis ikan terbesar di dunia, ditemukan terdampar dan tidak bernyawa di bibir pantai setempat pada pagi hari.
Berdasarkan keterangan warga setempat, hewan berukuran raksasa ini pertama kali terlihat sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, hiu tutul tersebut masih bernapas namun kondisinya sangat lemah dan terombang-ambing di antara ombak. Warga yang melihat langsung segera berdatangan dan berusaha melakukan pertolongan dengan menariknya kembali ke arah laut dalam agar bisa berenang bebas kembali.

“Kami bersama warga lain berusaha menolong, tapi ukurannya sangat besar dan saat itu air sedang surut. Kami sudah berusaha sekuat tenaga, namun kondisi hewan ini makin lemah dan akhirnya mati sekitar satu jam setelah ditemukan,” ungkap salah satu warga yang terlibat dalam pertolongan.

Hiu tutul yang terdampar ini memiliki ukuran yang mengagumkan, dengan panjang tubuh mencapai 8,36 meter, lebar sekitar 4 meter, dan berat badan diperkirakan mencapai 3 ton. Bahkan, lebar mulut ikan tersebut tercatat mencapai 1,2 meter.
Setelah dipastikan tak bernyawa, petugas gabungan dari dinas terkait dan dokter hewan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian. Dari hasil pengamatan awal, ditemukan adanya luka di sekujur tubuh hewan yang diduga akibat benturan karang atau terhantam baling-baling kapal saat terbawa arus.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam setempat menyampaikan bahwa hiu tutul adalah satwa yang dilindungi secara ketat di Indonesia berdasarkan peraturan perundang-undangan, karena populasinya yang terus menurun. Hewan ini sebenarnya tidak berbahaya bagi manusia, karena makanan utamanya hanyalah plankton, ikan-ikan kecil, dan hewan kecil lainnya.
“Kemungkinan besar hewan ini tersesat dan terbawa arus laut yang cukup kuat serta ombak besar yang belakangan ini sering terjadi di perairan selatan Jawa Tengah,” jelasnya.
Untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat bangkai, pihak berwenang bersama warga desa sepakat mengubur bangkai hiu tutul tersebut di lokasi kejadian. Kejadian ini menjadi perhatian khusus, mengingat beberapa waktu lalu kasus serupa juga sempat tercatat di wilayah pesisir selatan Cilacap.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar lebih berhati-hati, dan jika menemukan kembali hewan serupa dalam keadaan hidup, segera melaporkan ke pihak berwajib atau petugas konservasi agar penanganan dapat dilakukan dengan benar dan sesuai prosedur penyelamatan satwa.
(Red)











