Beranda Budaya I Nyoman Tri Pandita : Pelestarian Budaya Bangsa Harus Menjadi Gerakan Bersama,...

I Nyoman Tri Pandita : Pelestarian Budaya Bangsa Harus Menjadi Gerakan Bersama, Pencak Silat Menjadi Pilar Pembentukan Karakter dan Identitas Nasional

BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – 2 agustus 2026 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian budaya bangsa menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan pendidikan karakter yang kuat adalah Pencak Silat, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia.

Yayasan Perguruan Pencak Silat (YPPS) Gadjah Putih Tandang Makalangan Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan mengembangkan seni bela diri tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa.

Sekretaris YPPS Gadjah Putih Tandang Makalangan Jawa Barat, I Nyoman Tri Pandita, menyampaikan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan media pendidikan karakter yang mengajarkan nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, tanggung jawab, persaudaraan, serta penghormatan terhadap budaya dan sejarah bangsa.

Berita Lainnya  DPD IWO-I Kabupaten Bekasi, Serukan Masyarakat Pasang dan Kibarkan Bendera Merah Putih Sepanjang Bulan Agustus 2026

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui pembinaan yang berkesinambungan kepada generasi muda. Pencak silat adalah warisan leluhur yang mengandung filosofi kehidupan, etika, dan semangat kebangsaan. Jika kita mampu menjaga budaya sendiri, maka kita sedang menjaga identitas Indonesia di tengah pergaulan dunia,” ujar I Nyoman Tri Pandita.

Menurutnya, keberadaan perguruan pencak silat memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas moral, cinta tanah air, serta mampu menjadi agen pelestari budaya di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Bendahara YPPS Gadjah Putih Tandang Makalangan Jawa Barat, Iwan P. Sakti, menambahkan bahwa pelestarian budaya juga harus diiringi dengan penguatan ekonomi bagi para pelaku seni dan budaya agar ekosistem kebudayaan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Berita Lainnya  H. Adul Resmi Daftar Bacalon Kades Banjarsari, Siap Bertarung di Pilkades 2026 Demi Perubahan Desa

“Pelestarian budaya akan semakin kuat apabila para pelaku seni memiliki kemandirian ekonomi. Seniman, pelatih, pengrajin perlengkapan pencak silat, hingga pelaku UMKM yang bergerak di sektor budaya perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Ketika ekonomi para pelaku budaya meningkat, maka regenerasi dan pelestarian budaya akan berjalan lebih optimal,” ungkap Iwan P. Sakti.

Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas budaya menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang mampu mengangkat kesejahteraan pelaku seni sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia.

YPPS Gadjah Putih Tandang Makalangan Jawa Barat juga terus mendorong berbagai program pembinaan, pelatihan, festival seni, kejuaraan pencak silat, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap pembangunan karakter bangsa.

Berita Lainnya  Resmi! Polres Karawang Naik Status. Kombes Mario Prahatinto Resmi Pimpin Jadi Kapolresta Karawang

Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap warisan leluhur, YPPS Gadjah Putih Tandang Makalangan Jawa Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama. Sebab, budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan Indonesia yang berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

“Melestarikan budaya berarti menjaga jati diri bangsa. Menguatkan pelaku seni berarti menguatkan masa depan kebudayaan Indonesia.”

— Humas YPPS Gadjah Putih Tandang Makalangan Jawa Barat

Bagikan Artikel