JAKARTA || LINGKARAKTUAL.COM || – Tongkat estafet kepemimpinan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) resmi berganti. Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., menerima amanah sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPiCT. Momentum serah terima jabatan (sertijab) tersebut berlangsung di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026).
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian penting dari kesinambungan organisasi dan pengabdian di lingkungan TNI Angkatan Darat, khususnya Kostrad sebagai salah satu kekuatan strategis TNI AD dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Acara tersebut turut dihadiri para pimpinan Divisi Infanteri Kostrad, yakni Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar selaku Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. selaku Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, serta Mayjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han. selaku Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad.

Apresiasi atas Pengabdian Pejabat Lama
Pergantian jabatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian Letjen TNI Mohammad Fadjar selama menjalankan tugas sebagai Pangkostrad.
Pengabdian yang telah diberikan diharapkan menjadi bagian dari perjalanan organisasi dalam memperkuat profesionalisme, soliditas, dan kesiapan satuan Kostrad menghadapi berbagai tantangan tugas.

Sementara itu, Letjen TNI Iwan Setiawan kini mengemban tanggung jawab baru untuk melanjutkan kepemimpinan dan menjaga kesinambungan program strategis organisasi.
Di bawah kepemimpinan yang baru, Kostrad diharapkan semakin solid, profesional, dan tangguh dalam menjalankan tugas-tugas pertahanan negara.
Perkuat Soliditas dan Profesionalisme
Estafet kepemimpinan ini juga menjadi pengingat bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD dalam menjaga kesinambungan pembinaan personel, peningkatan kemampuan prajurit, serta kesiapan operasional satuan.

Dengan kepemimpinan baru, Kostrad diharapkan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat disiplin dan soliditas prajurit, serta mempertahankan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap tantangan tugas.
Pergantian pimpinan boleh terjadi, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa dan negara harus tetap menyala. Kepemimpinan berganti, pengabdian berlanjut. Soliditas terjaga, Kostrad tetap tangguh demi Indonesia.
(Pu2t)











