BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Grand Final Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat pemberdayaan perempuan di Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Minggu (4/10/2026).
Sebanyak 98 finalis dari 22 provinsi hadir dalam malam puncak ajang tersebut setelah melalui rangkaian seleksi dan karantina. Mereka membawa semangat untuk menjadi muslimah yang tidak hanya cantik, tetapi juga sehat, cerdas, kreatif, inspiratif, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Grand final tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan, di antaranya Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Founder sekaligus CEO Putri Hijabfluencer Indonesia Lydia Agustin, Ketua DPRD Kota Bandung beserta istri, serta perwakilan Bakesbangpol, Bapenda, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas KUKM, Dinas Pariwisata, Dekranasda Kota Bandung, Kabag Ekonomi Setda Kota Bandung dan Kabag Umum Setda Kota Bandung.
Turut hadir para juri, sponsor, orang tua finalis, tamu undangan serta berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.
Hijab Bukan Penghalang untuk Berprestasi
Founder sekaligus CEO Putri Hijabfluencer Indonesia, Lydia Agustin, menyampaikan rasa bangga terhadap seluruh finalis yang dinilai telah menunjukkan keberanian untuk tampil, berkarya, sekaligus membawa pesan positif bagi generasi muda.
Menurut Lydia, menjadi muslimah muda di era digital memiliki tantangan tersendiri. Derasnya arus media sosial, standar kecantikan, tekanan untuk mengikuti tren hingga persoalan overthinking menjadi bagian dari dinamika yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Menjadi Gen Z hari ini, khususnya sebagai muslimah muda, bukan hal yang mudah. Kita hidup di era ketika jempol bergerak lebih cepat daripada ruang pikir kita. Gempuran media sosial, standar kecantikan, overthinking hingga godaan untuk sekadar ikut tren menjadi tantangan yang kita hadapi setiap hari,” ujarnya.
Namun, menurutnya, derasnya perkembangan digital juga membuka peluang besar bagi muslimah muda untuk menjadi agen perubahan.
Putri Hijabfluencer Indonesia, kata Lydia, bukan sekadar kompetisi kecantikan. Ajang tersebut menjadi wadah bagi muslimah untuk menunjukkan bahwa hijab bukan penghalang dalam meraih prestasi dan cita-cita.
“Ini adalah wadah untuk membuktikan bahwa hijab bukanlah penghalang, melainkan identitas yang menguatkan. Kita membutuhkan sosok-sosok yang dapat menyebarkan pesan Islam yang moderat, sejuk, ramah dan merangkul,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa muslimah masa kini harus mampu tampil menarik sekaligus memiliki wawasan, kemampuan berpikir, kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Muslimah hari ini adalah muslimah yang adaptif. Kita bisa berpegang teguh pada nilai-nilai agama sekaligus berdiri tegak di tengah dinamika zaman. Kita bicara tentang fashion yang santun tetapi tetap estetik, gaya hidup sehat, pendidikan, hingga peluang karier,” katanya.
Berpeluang Menjadi Duta Pemberdayaan
Semangat pemberdayaan semakin kuat setelah para finalis mengikuti audiensi dan dialog dengan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin Iskandar disebut memberikan dorongan kepada para finalis untuk terus mengembangkan potensi diri dan membuka peluang karier di berbagai bidang.
Bahkan, para finalis disebut memiliki peluang untuk berperan sebagai Duta Pemberdayaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota masing-masing.
“Pak Menko secara terbuka menyampaikan bahwa peluang dan karier teman-teman hanya soal menunggu waktu. Para finalis juga memiliki peluang untuk menjadi Duta Pemberdayaan di provinsi maupun kabupaten/kotanya masing-masing,” ujar Lydia.
Semangat serupa juga diperoleh ketika para finalis melakukan kunjungan ke Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima sejumlah legislator perempuan dan mendapatkan gambaran mengenai peluang perempuan untuk berkiprah di dunia politik serta menjadi pemimpin masa depan.
Menurut Lydia, ruang bagi muslimah untuk berkontribusi dalam kehidupan publik saat ini semakin terbuka.
Indri Rindani: Bandung Berpeluang Dapat Dampak Ekonomi
Selain menjadi ajang pemberdayaan perempuan, penyelenggaraan Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 di Bandung juga dinilai memiliki potensi terhadap perekonomian dan pariwisata daerah.
Indri Rindani dari DPRD Kota Bandung menilai kehadiran puluhan finalis dari berbagai daerah menjadi peluang untuk memperkenalkan Kota Bandung sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif.
Menurut Indri, para peserta yang datang dari berbagai provinsi tidak hanya berpotensi memberikan dampak ekonomi selama pelaksanaan acara. Mereka juga dapat kembali ke Bandung pada kesempatan lain bersama keluarga maupun jejaringnya.
“Di setiap regional kita terus akan ada finalisnya. Minimal dari satu provinsi itu ada empat finalis, dan berkumpulnya di Kota Bandung ini se-Indonesia. Ada 22 provinsi, ada 63 peserta yang sekarang hadir di sini,” ujar Indri.
Ia berharap Bandung dapat menjadi kota tujuan yang kembali dikunjungi para finalis setelah rangkaian kegiatan berakhir.
“Insya Allah mereka tidak hanya sekarang mungkin mereka sendiri ke Kota Bandung. Ke depan akan membawa keluarganya. Intinya itu meningkatkan PAD Kota Bandung,” tuturnya.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap sejumlah sektor, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, fashion, pariwisata hingga pelaku usaha ekonomi kreatif.
Bawa Nama Bandung ke Mata Dunia
Indri juga menyoroti kekuatan Kota Bandung sebagai salah satu kota yang memiliki reputasi kuat dalam bidang fashion dan industri kreatif.
Menurutnya, penyelenggaraan Putri Hijabfluencer Indonesia dapat menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan potensi Bandung kepada masyarakat nasional maupun dunia.
“Kami selalu membawa nama besar Kota Bandung ke mata dunia tentang industri fashion-nya. Dan sekarang baru kali ini Kota Bandung betul-betul mensupport di bawah pimpinan Pak Wali Kota,” katanya.
Indri mengungkapkan, kegiatan yang membawa nama Bandung sebelumnya bahkan telah memiliki jejaring hingga luar negeri, termasuk mendapat undangan dari pihak di Eropa dan Kedutaan di Jeddah.
“Alhamdulillah sudah di Eropa, sudah di Jeddah pun kita diundang oleh Kedutaan Jeddah. Tetapi itu tidak disupport oleh pemerintah dari Bandung,” ungkapnya.
Karena itu, dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dengan komunitas, industri kreatif dan generasi muda.
98 Finalis, Satu Mahkota dan Semangat Perubahan
Pada malam grand final, 98 finalis dari 22 provinsi bersaing untuk mendapatkan mahkota Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.
Namun, Lydia menegaskan bahwa seluruh finalis pada dasarnya telah menjadi pemenang karena berhasil melewati berbagai tahapan sekaligus membawa semangat perubahan dari daerah masing-masing.
“Kalian semua adalah pemenang. Kalian sudah menjadi ujung tombak perubahan. Media sosial di tangan kalian bukan lagi sekadar alat untuk bergaya, melainkan medium dakwah kekinian,” ujarnya.
Putri Hijabfluencer Indonesia membawa nilai Cantik, Sehat, Cerdas, Kreatif, Muslimah dan Inspiratif.
Kepada finalis yang nantinya terpilih, Lydia berpesan agar mahkota tidak hanya dipandang sebagai simbol kemenangan, tetapi juga sebagai amanah untuk terus berkarya, mengabdi dan memberikan inspirasi.
Sementara bagi finalis yang belum terpilih, perjalanan untuk berkarya disebut baru saja dimulai.
“Ruang digital sangat luas dan masyarakat sudah menantikan pengaruh positif dari kalian,” tuturnya.
Penyelenggara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, orang tua finalis serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya Grand Final Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.
Dengan berkumpulnya 98 muslimah dari 22 provinsi, ajang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan perempuan yang mampu membuka ruang bagi muslimah muda untuk berprestasi, berkarier, membangun jejaring dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran para finalis dari berbagai daerah juga menjadi peluang bagi Kota Bandung untuk memperkuat promosi fashion, pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus membawa nama Bandung semakin dikenal melalui jejaring Putri Hijabfluencer Indonesia.
(Pu2t)











