Beranda Crytocurrency Yi He Jadi Tokoh Kripto Pertama Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh Fortune...

Yi He Jadi Tokoh Kripto Pertama Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh Fortune 2026

CRYPTOCURRENCY || LINGKARAKTUAL.COM || — Co-CEO Binance, Yi He, resmi mencatat sejarah sebagai eksekutif asli industri kripto pertama yang masuk dalam daftar Most Powerful Women in Business versi Fortune tahun 2026. Dalam pemeringkatan tersebut, Yi He menempati posisi ke-64.

Masuknya nama Yi He menandai kehadiran pertama tokoh industri aset digital di antara para pemimpin perusahaan global dari sektor keuangan, ritel, hingga teknologi Fortune 500. Pengakuan tersebut hadir beberapa bulan setelah Binance secara resmi mengangkatnya sebagai co-CEO pada Desember 2025.

Merekrut CZ ke Dunia Kripto

Perjalanan Yi He di industri kripto dimulai pada 2014 setelah meninggalkan dunia televisi di China. Ia bergabung dengan bursa aset digital OKCoin—yang kini dikenal sebagai OKX—sebagai eksekutif pemasaran.

Dalam perannya itu, Yi He merekrut seorang insinyur yang saat itu belum dikenal luas, Changpeng Zhao atau CZ, untuk menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO). Keduanya kemudian menjadi pasangan hidup dan bersama-sama mendirikan Binance pada masa ledakan Initial Coin Offering (ICO) tahun 2017.

Yi He memimpin strategi pemasaran, branding, serta pertumbuhan pengguna global Binance, sementara CZ fokus membangun infrastruktur teknologi perusahaan. Fakta tersebut berbeda dari narasi populer yang selama ini menyebut CZ sebagai sosok yang membawa Yi He masuk ke dunia aset digital.

Berita Lainnya  Anggaran Perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum di Jalan Raya Cabangbungin Tepatnya Kp. Garon di Pertanyakan

Lahir dari Desa Minim Fasilitas Hingga Jadi Miliarder

Yi He lahir pada 1986 di sebuah desa terpencil di Sichuan, China, yang kala itu belum memiliki akses listrik dan air bersih secara memadai. Ia kehilangan ayahnya saat berusia sembilan tahun dan mulai bekerja mempromosikan minuman ringan sejak usia 16 tahun.

Sebelum terjun ke industri teknologi dan kripto, Yi He sempat bekerja sebagai pembawa acara televisi bertema perjalanan. Memasuki usia 30-an, ia belajar bahasa Inggris secara otodidak demi membantu ekspansi global Binance.

Berdasarkan berbagai laporan, Yi He disebut menguasai sekitar 10 persen saham Binance melalui perusahaan induk tertentu.

“CZ dilaporkan memiliki hampir 90 persen Binance, sementara pasangannya sekaligus salah satu pendiri Binance dan ibu dari anak-anaknya, Yi He, mengendalikan sisa 10 persen,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Kepemilikan tersebut menjadikan Yi He sebagai salah satu perempuan terkaya di industri kripto, sebagaimana disebut dalam profil yang diterbitkan Fortune.

Budaya Kerja Binance yang Berorientasi Pengguna

Yi He dikenal membangun Binance dengan filosofi user-first atau mengutamakan pengguna. Prinsip tersebut diterapkan secara langsung dalam operasional perusahaan.

Seluruh karyawan baru Binance, tanpa memandang jabatan maupun senioritas, diwajibkan menangani layanan pelanggan untuk memahami kebutuhan pengguna secara langsung.

Berita Lainnya  544 Peserta Didik Ikuti Program Pendidikan Gratis

Selain itu, Yi He juga aktif berinteraksi dengan komunitas melalui platform X, Telegram, dan WeChat, termasuk merespons laporan penipuan dari pengguna. Bloomberg sebelumnya bahkan pernah menyebutnya sebagai perempuan paling berpengaruh di industri kripto.

Di komunitas berbahasa Mandarin, Yi He dikenal dengan julukan “一姐” atau “Yi Jie”, yang berarti “Kakak Besar Yi”.

Memimpin YZi Labs dengan Portofolio Lebih dari US$10 Miliar

Selain aktif di Binance, Yi He juga memimpin YZi Labs, perusahaan investasi keluarga yang merupakan penerus Binance Labs setelah melakukan rebranding pada Januari 2025.

Perusahaan tersebut berinvestasi di berbagai sektor, mulai dari Web3, kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, hingga teknologi masa depan lainnya.

YZi Labs dilaporkan mengelola aset lebih dari US$10 miliar dengan lebih dari 300 perusahaan dalam portofolionya. Posisi tersebut memperkuat pengaruh Yi He di luar bisnis bursa kripto.

Yi He diketahui memiliki tiga anak bersama CZ. Meski demikian, keduanya disebut tidak pernah menikah secara resmi.

Diangkat Jadi Co-CEO Setelah Krisis Hukum Binance

Selama bertahun-tahun, Yi He lebih banyak bekerja di balik layar sebelum akhirnya resmi ditunjuk sebagai co-CEO Binance pada Desember 2025. Ia berbagi posisi tersebut dengan Richard Teng yang menangani urusan kepatuhan dan regulasi perusahaan.

Berita Lainnya  Pemkab Bekasi Apresiasi TNI Bangun Jembatan Garuda di Desa Muarabakti Babelan

Penunjukan itu terjadi setelah Binance melewati salah satu krisis hukum terbesar dalam sejarah perusahaan, termasuk pengakuan bersalah CZ pada 2023 yang berujung pada penyelesaian hukum senilai US$4,3 miliar di Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya menanggapi penghargaan dari Fortune, Yi He menyebut pengakuan tersebut bukan hanya untuk dirinya pribadi, melainkan untuk seluruh industri kripto.

“Saya benar-benar merasa rendah hati menjadi eksekutif asli industri kripto pertama yang menerima pengakuan ini dalam daftar #FortuneMPW. Membangun Binance sejak awal adalah perjalanan luar biasa dan ini menjadi momen yang sangat personal bagi saya,” ujar Yi He.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kontribusi banyak pihak di industri aset digital.

“Pengakuan ini mungkin membawa nama saya, tetapi sesungguhnya milik tim Binance, para pengguna Binance, Satoshi Nakamoto, dan seluruh komunitas kripto yang membantu mengubah industri ini dari sekadar ide menjadi gelombang global,” katanya.

Ke depan, pengakuan terhadap Yi He dinilai dapat menjadi penanda semakin besarnya perhatian dunia bisnis global terhadap industri kripto. Namun, arah perkembangan tersebut tetap akan sangat bergantung pada bagaimana Binance menghadapi tantangan regulasi dan kepatuhan di masa mendatang. (ric)

Bagikan Artikel