JAKARTA || LINGKARAKTUAL.COM || – 8 Agustus 2026 – Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon menggelar rangkaian kegiatan “Tawassul, Napak Tilas Sunda Kelapa–Fatahillah 1527, dan Kirab Agung” sebagai bagian dari persiapan menuju “Peringatan 500 Tahun Berkibarnya Umbul-Umbul Waring (1527–2027)”. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan para leluhur sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual, persatuan, kebangsaan, dan pelestarian budaya Nusantara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan “tawassul dan doa bersama” sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT serta penghormatan kepada para ulama, wali, dan para pejuang yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Kesultanan Cirebon dan perjuangan Fatahillah saat merebut Sunda Kelapa pada tahun 1527. Kegiatan dilanjutkan dengan “napak tilas”, sebagai upaya mengenang kembali jejak perjuangan para pendahulu sekaligus menanamkan semangat cinta tanah air kepada generasi penerus bangsa.

Puncak kegiatan ditandai dengan Kirab Agung Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon”, yang menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, persatuan, dan komitmen untuk terus menjaga warisan budaya Nusantara. Kirab ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarperguruan pencak silat, komunitas budaya, tokoh adat, tokoh agama, dan berbagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya bangsa.
“Prabu Diaz”, “Panglima Tinggi Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon”, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah gerakan budaya dan spiritual untuk membangkitkan kembali semangat kebangsaan yang diwariskan oleh para leluhur.
Dalam keterangannya, Prabu Diaz menyampaikan:
“Perjalanan sejarah perjuangan Fatahillah dan Kesultanan Cirebon harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta memperkuat nilai-nilai spiritual, kebangsaan, dan kecintaan terhadap tanah air. Peringatan 500 Tahun Umbul-Umbul Waring merupakan momentum untuk mengingat kembali jati diri bangsa yang berakar pada sejarah dan warisan leluhur.”*
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat, perguruan pencak silat, komunitas budaya, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda untuk bersatu menjaga warisan bangsa melalui semangat:
“Satu Hati–Satu Jiwa–Satu Tujuan: Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Budaya, Membangun Peradaban.”
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen “Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon” dalam melestarikan sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur Nusantara. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para leluhur, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman budaya Indonesia.
Melalui rangkaian kegiatan menuju “Peringatan 500 Tahun Berkibarnya Umbul-Umbul Waring (1527–2027), Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mencintai sejarah, menjaga budaya, mempererat persaudaraan, serta bersama-sama membangun peradaban Indonesia yang berakar pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Tentang Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon”
Laskar Macan Ali Nuswantara Kesultanan Cirebon merupakan organisasi pelestari sejarah, budaya, adat, dan nilai-nilai perjuangan Kesultanan Cirebon yang berkomitmen menjaga warisan leluhur melalui kegiatan budaya, spiritual, pendidikan sejarah, serta penguatan karakter kebangsaan. Organisasi ini terus berupaya menjadi perekat persaudaraan lintas budaya dan lintas generasi dalam semangat persatuan Indonesia.
(puput)











