BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — SMK Pemuda 1 Kesamben, Kabupaten Blitar, mendapat tambahan fasilitas untuk mengembangkan potensi seni dan kreativitas siswa. Sekolah tersebut menerima seperangkat peralatan marching band modern dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui alokasi APBD Tahun Anggaran 2026.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Guntur Wahono, S.E., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan yang membidangi daerah pemilihan setempat.
Bagi SMK Pemuda 1 Kesamben, bantuan ini bukan sekadar tambahan fasilitas sekolah. Peralatan tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat pembelajaran seni musik sekaligus mendorong siswa berprestasi melalui berbagai ajang kompetisi marching band.
Kepala SMK Pemuda 1 Kesamben, Supiyanto, S.E., menyambut baik terealisasinya bantuan tersebut. Ia mengatakan, usulan pengadaan peralatan marching band sebenarnya telah diajukan sejak sekitar dua hingga tiga tahun lalu oleh kepemimpinan sebelumnya.
Setelah melalui proses pengajuan dan penganggaran yang cukup panjang, bantuan tersebut akhirnya terealisasi pada 2026.
“Ini sangat penting bagi sekolah, terutama untuk mendukung pembelajaran seni budaya, baik seni rupa maupun seni musik, sekaligus kegiatan ekstrakurikuler siswa,” ujar Supiyanto.
Supiyanto sendiri baru menjabat sebagai Kepala SMK Pemuda 1 Kesamben sejak 1 Juli 2026, menggantikan Mulyono Ismail.
Targetkan Prestasi hingga Tingkat Nasional
Kehadiran perangkat marching band tersebut langsung disambut dengan rencana pengembangan tim sekolah.
SMK Pemuda 1 Kesamben menargetkan marching band tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga dapat menjadi salah satu wadah prestasi siswa melalui kompetisi mulai tingkat kabupaten hingga nasional.
Sekolah bahkan telah menyiapkan rencana menghadirkan pelatih khusus untuk sejumlah seksi apabila tim berhasil melangkah ke kompetisi tingkat nasional. Pembinaan nantinya akan mencakup sejumlah bagian, seperti brass, perkusi hingga arumba.
Dengan demikian, bantuan peralatan diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas yang tersimpan di sekolah, melainkan benar-benar digunakan untuk membentuk kemampuan dan karakter siswa.
Program Bantuan Diharapkan Meluas
Guntur Wahono mengatakan, bantuan peralatan marching band pada tahun ini tidak hanya diberikan kepada SMK Pemuda 1 Kesamben.
Menurutnya, bantuan serupa juga diberikan kepada SMA Negeri Talun dan SMA Negeri 1 Blitar.
Program tersebut, kata Guntur, diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Blitar Raya yang meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar dan Tulungagung.
Bahkan, target yang lebih luas diarahkan agar program serupa dapat menjangkau 14 daerah pemilihan di Jawa Timur yang mencakup 38 kabupaten/kota.
“Targetnya nanti bisa berkembang ke 14 daerah pemilihan di Jawa Timur, yang mencakup 38 kabupaten/kota,” kata Guntur.
Guntur menilai dukungan terhadap kegiatan marching band merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap kreativitas dan potensi siswa.
Selain menjadi ruang pengembangan bakat, keberadaan kegiatan tersebut juga dinilai dapat menjadi salah satu daya tarik sekolah dalam menghadapi persaingan antarlembaga pendidikan.
SMK Pemuda 1 Kesamben Terus Berkembang
Perkembangan SMK Pemuda 1 Kesamben juga mendapat perhatian. Guntur menyoroti pertumbuhan sekolah yang kini telah memiliki lima jurusan dan tercatat sebagai salah satu sekolah tingkat SLTA dengan jumlah siswa cukup besar di wilayah Kesamben dan sekitarnya.
Sekolah tersebut juga telah melahirkan sejumlah alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, legislatif, pemerintahan hingga pengabdian kepada negara.
Tambahan fasilitas marching band diharapkan semakin memperluas ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.
Kecamatan Apresiasi Bantuan
Dukungan juga datang dari unsur pemerintahan Kecamatan Kesamben.
Sekretaris Camat Kesamben, Supardi, mengapresiasi bantuan peralatan marching band yang diterima SMK Pemuda 1 Kesamben.
Menurutnya, keberadaan marching band tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah, tetapi juga berpotensi mendukung berbagai kegiatan masyarakat di wilayah Kecamatan Kesamben.
“Ini sangat bermanfaat, luar biasa, juga untuk meningkatkan kemajuan Kecamatan Kesamben,” ujar Supardi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Guntur Wahono atas dukungan yang diberikan kepada sekolah.
Tantangan Setelah Bantuan Diterima
Setelah penantian selama dua hingga tiga tahun akhirnya membuahkan hasil, pekerjaan berikutnya justru menjadi tantangan yang lebih besar.
Peralatan marching band tersebut membutuhkan pembinaan berkelanjutan, pelatih yang kompeten, latihan yang konsisten serta kesempatan tampil dalam berbagai kompetisi.
Jika seluruh unsur tersebut dapat berjalan beriringan, bantuan melalui APBD Jawa Timur 2026 itu berpotensi menjadi investasi pendidikan yang tidak hanya melengkapi fasilitas sekolah, tetapi juga membuka ruang prestasi bagi para siswa.
Bagi SMK Pemuda 1 Kesamben, marching band kini bukan sekadar seperangkat alat musik baru. Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa potensi seni dan kreativitas siswa dapat dikembangkan menjadi prestasi yang membawa nama sekolah hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
LingkarAktual.com — Mengabarkan, Mengawal, dan Menyuarakan Fakta.
(Slamet)











