KARAWANG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat berubah menjadi malam penuh amarah, kecemasan, dan kekecewaan bagi warga Perumahan Villa Kencana, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Sabtu malam (24/5/2026).
Ratusan warga turun langsung melakukan aksi protes dan mendatangi pihak developer perumahan, menuntut tanggung jawab atas jebolnya tanggul kali yang menyebabkan banjir merendam kawasan pemukiman mereka.

Suasana malam itu dipenuhi teriakan tuntutan dan wajah-wajah lelah warga yang sudah terlalu lama menahan kesabaran. Di tengah gerimis dan jalanan yang masih basah akibat hujan, warga berkumpul di depan kantor pengelola sambil membawa spanduk bernada kritik keras kepada pihak developer.
Mereka merasa keselamatan dan kenyamanan hidup mereka seolah diabaikan.
“Tiap hujan kami selalu was-was. Air masuk rumah, barang rusak, anak-anak ketakutan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan serius,” ungkap salah satu warga dengan nada penuh emosi.

Kemarahan warga memuncak setelah tanggul kali yang berada di sekitar kawasan perumahan dilaporkan jebol dan menyebabkan debit air meluap ke pemukiman. Air dengan cepat masuk ke jalan-jalan perumahan bahkan mendekati rumah-rumah warga.
Banyak warga mengaku kecewa karena persoalan tersebut bukan pertama kali terjadi, namun hingga kini belum ada solusi nyata dari pihak pengelola maupun developer.

Dalam aksi tersebut, warga menilai developer terlalu lamban dan dinilai hanya memberikan janji tanpa realisasi konkret. Mereka meminta adanya perbaikan permanen terhadap tanggul dan sistem drainase agar banjir tidak terus menjadi ancaman tahunan bagi masyarakat.
“Kalau hanya membangun rumah tapi keselamatan warga tidak dipikirkan, lalu tanggung jawab sosialnya di mana?” teriak salah satu warga lainnya di tengah kerumunan massa.
Aksi protes berlangsung cukup tegang namun tetap terkendali. Warga terlihat berdiri berjam-jam menunggu kepastian dan tanggapan resmi dari pihak developer.
Namun hingga malam semakin larut, belum ada pernyataan resmi yang benar-benar mampu meredam kekecewaan masyarakat yang membuat warga semakin geram adalah dugaan minimnya antisipasi dari pihak pengembang terhadap kondisi lingkungan dan aliran air di sekitar kawasan. Menurut warga, persoalan tanggul sebenarnya sudah lama dikhawatirkan akan jebol ketika hujan deras turun terus-menerus.
Kini masyarakat Villa Kencana berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak berwenang segera turun tangan sebelum situasi semakin parah.
Mereka meminta jangan sampai musibah ini hanya dianggap persoalan biasa, sementara warga terus hidup dalam ketakutan setiap kali hujan datang.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi pengelolaan kawasan perumahan modern yang seharusnya mengutamakan keamanan lingkungan dan keselamatan penghuni. Warga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam apabila tuntutan perbaikan tanggul dan penanganan banjir terus diabaikan.
Di balik gemerlap pembangunan perumahan, malam itu terdengar jelas suara rakyat kecil yang merasa lelah dipaksa bertahan di tengah ancaman banjir dan ketidakpastian.
Mereka hanya ingin satu hal sederhana: tempat tinggal yang aman, layak, dan tidak berubah menjadi lautan air setiap hujan deras mengguyur Karawang.
( E.Rahman Kalauw )











