BANDUNG, JAWA BARAT || Lingkaraktual.com || – Bandung, 6 juli 2026 – Seiring dengan telah selesainya proses hukum terkait gugatan SP3 di Pengadilan Negeri Kota Bandung, kami dari RAGA (Kang ogi) – KAWAL SINERGISITAS menyampaikan sikap resmi sebagai berikut:
I. MENGHORMATI PUTUSAN HUKUM DAN MENUTUP BABAK POLEMIK
Kami menghormati sepenuhnya putusan Pengadilan Negeri Kota Bandung yang telah menolak gugatan terkait SP3. Ini adalah keputusan hukum yang harus kita hormati bersama.
Segala polemik, perbedaan pandangan, dan dinamika yang terjadi sebelumnya, mari kita lupakan. Energi bangsa, energi kota, dan energi kita semua terlalu berharga untuk dihabiskan melihat ke belakang.
“Sudah saatnya kita MOVE ON.”
II. AJAKAN BERSAMA: FOKUS KEMBALI MEMBANGUN KOTA BANDUNG
Kota Bandung saat ini membutuhkan persatuan dan kerja nyata. Bukan lagi perdebatan yang memecah belah.
Sebagaimana semangat dalam poster perjuangan kami:
“WARGA TIDAK BUTUH WALI KOTA HEBAT SENDIRI DAN WARGA TAK BUTUH WAKIL HEBAT SENDIRI. KITA KAWAL SINERGISITAS KEDUA PEMIMPIN KOTA BANDUNG.”
Untuk itu kami mengajak:
Pemerintah Kota: Hadir dengan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
DPRD Kota Bandung: Jalankan fungsi pengawasan dan anggaran untuk rakyat.
Ormas, Kampus, LSM: Menjadi mitra kritis yang membangun, bukan perusak.
Warga Kota Bandung: Menjadi pengawas sekaligus pelaku perubahan di lingkungan masing-masing.
III. 3 FOKUS PENGAWALAN KAMI KE DEPAN DEMI BANDUNG UTAMA
Pengawalan kami akan kami arahkan pada isu-isu yang paling dirasakan warga:
PENDIDIKAN YANG ADIL DAN BERKUALITAS
Mengawal reformasi SPMB, pemberantasan pungli di sekolah, dan memastikan setiap anak Bandung punya akses pendidikan yang sama. Tidak ada lagi “jual beli kursi”.
PELAYAN PUBLIK YANG CEPAT, TRANSPARAN, DAN BERKEADILAN
Mengawal agar birokrasi Kota Bandung bebas dari pungli. Pelayanan harus mudah, murah, dan berpihak kepada UMKM serta warga kecil.
PEMBANGUNAN YANG MERATA DAN BERKELANJUTAN
Mengawal agar pembangunan tidak hanya terpusat. Infrastruktur, ruang hijau, penanganan banjir, dan ekonomi kreatif harus sampai ke pelosok RW di 30 kecamatan.
IV. PENUTUP: JAGA BANDUNG, JAGA PERSATUAN
Kami percaya Bandung adalah kota yang besar karena warganya yang besar hatinya. Mari kita jaga kondusifitas, jaga toleransi, dan jaga persatuan.
Tinggalkan perbedaan. Rangkul persamaan.
Karena tujuan kita hanya satu: MEWUJUDKAN MASYARAKAT KOTA BANDUNG YANG ADIL DAN SEJAHTERA.
Mari kita buktikan bahwa setelah badai, Bandung akan bangkit lebih kuat.
Karena Bandung milik kita semua.
(Pu2t)











