SUKAWANGI, KABUPATEN BEKASI II LINGKARAKTUAL.COM || – Suka Mekar, Kecamatan Suka Wangi – Memasuki tahapan verifikasi bakal calon Kepala Desa Suka Mekar periode 2026-2034, suasana politik desa mulai memanas. Panitia Pilkades dan sejumlah tokoh masyarakat menyayangkan adanya narasi di media sosial dan grup WhatsApp yang diduga ditunggangi pihak tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan pendukung salah satu calon untuk mengadu domba warga.
Ketua Panitia Pilkades Suka Mekar, H. Asrorudin, membenarkan pihaknya menerima laporan terkait beredarnya pesan berisi ujaran kebencian dan fitnah yang mengatasnamakan tim salah satu bakal calon.
“Kami sudah menerima beberapa tangkapan layar. Isinya provokasi, menyudutkan calon lain, dan memecah belah warga atas nama ‘pendukung Bang A’ atau ‘pendukung Bang B’. Setelah kami cek ke tim masing-masing, mereka membantah dan tidak merasa membuat narasi tersebut,” ujar H. Asro, Senin 31 Agustus 2026.
Menurutnya, modus yang digunakan adalah membuat akun anonim dan menyebarkan narasi dengan menyebut-nyebut nama calon tertentu. Tujuannya diduga untuk menimbulkan persepsi negatif dan merusak citra calon yang disebut.
“Ini jelas bukan cara demokrasi yang sehat. Pilkades ini pesta rakyat, bukan ajang saling menjatuhkan. Kami minta semua pihak bijak bermedia sosial dan tidak mudah percaya sebelum tabayyun,” tegasnya.
Pj. Kepala Desa Suka Mekar juga mengimbau seluruh warga untuk tidak terpancing. “Suka Mekar ini desa kita bersama. Jangan sampai karena beda pilihan silaturahmi putus, tetangga jadi musuh. Mari kita jaga kondusivitas sampai pencoblosan 20 November nanti,” pesannya.
Salah satu bakal calon, , menyampaikan klarifikasi. Ia mengaku tidak pernah menginstruksikan timnya untuk menyebar narasi menyerang calon lain. “Saya maju dengan visi membangun. Kita berkompetisi gagasan, bukan adu domba. Kalau ada yang mengatasnamakan pendukung saya, itu bukan dari kami. Saya minta maaf kalau ada yang tersinggung,”
Hal senada disampaikan perwakilan tim calon lainnya. Mereka sepakat membuat pakta integritas damai dan mengajak pendukung untuk fokus pada program, bukan menyerang pribadi.
Tokoh masyarakat Desa Suka Mekar, mengajak warga kembali ke nilai gotong royong. Dalam beberapa minggu lalu kita sudah berjanji mempererat silaturahmi. Jangan dirusak hanya karena politik 8 tahunan. Pilih boleh beda, saudara harus tetap satu,” ujarnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Suka Mekar meningkatkan patroli dan pemantauan di media sosial. “Kami akan mencari beberapa akun yang menyebar hoaks. Kalau terbukti melanggar UU ITE akan kami proses. Tapi kami utamakan pencegahan lewat edukasi dulu,” kata Bhabinkamtibmas Desa Suka Mekar.
Panitia Pilkades juga akan memasang banner imbauan di tiap RT dan menggelar sosialisasi “Pilkades Damai” bersama seluruh tim calon pada minggu depan.
Hingga saat ini sudah ada 5 bakal calon yang resmi mendaftar ke Panitia Pilkades Suka Mekar. Tahapan verifikasi berkas berlangsung 3-7 Agustus 2026, dilanjutkan penetapan calon.
Warga berharap, dengan adanya imbauan ini, pesta demokrasi di Suka Mekar bisa berjalan jujur, adil, aman, dan tetap menjaga persaudaraan.
Liputan agung











