Beranda Hukum Pedagang Pecel Lele Naik Pitam Bacok Preman Sekaligus Oknum Anggota Ormas yang...

Pedagang Pecel Lele Naik Pitam Bacok Preman Sekaligus Oknum Anggota Ormas yang Sering Mengganggunya

CILEUNGSI, KAB. BOGOR, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Seorang pedagang pecel lele berinisial “W akhirnya naik pitam setelah diduga berkali-kali menjadi korban gangguan dan intimidasi dari seorang pria berinisial “U, yang disebut warga sebagai oknum anggota organisasi masyarakat (ormas) dan kerap membuat onar di kawasan tersebut. Insiden berujung pada pembacokan terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 WIB di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Keterangan saksi dan warga sekitar menyebut, “W selama ini dikenal sebagai pedagang yang jarang bersuara dan memilih menghindari keributan. Namun, gangguan dari “U disebut terjadi berulang-ulang hingga mengganggu aktivitas jual belinya setiap hari. Bentuk gangguan antara lain merusak tenda warung, mengusir pelanggan, mengancam, serta memecahkan kaca gerobak.

Berita Lainnya  VIRAL DI MEDIA SOSIAL IWO INDONESIA DAN PLT BUPATI BEKASI DIKABARKAN BERDAMAI SOAL APA?

Peristiwa memuncak ketika “U kembali mendatangi lokasi dagangan “W dalam kondisi diduga mabuk. Saat itulah pertengkaran terjadi hingga memicu tindakan spontan dari W yang kemudian mengambil kapak dan membacok “U. Dua rekan “U yang mencoba melerai ikut terkena sabetan senjata tajam.

Warga sekitar yang panik berusaha melerai dan menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit, sementara sebagian lainnya menghubungi pihak kepolisian. Dalam waktu singkat, petugas dari Polsek Cileungsi tiba di lokasi dan mengamankan “W beserta keponakannya yang berada di tempat kejadian.

Berita Lainnya  Kabar Kenaikan Harga BBM Pertamina Mulai 10 Juni 2026 Bikin Warga Resah, Daya Beli Terancam Melemah

Kapolsek Cileungsi membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini kini dalam proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kronologi lengkap, termasuk riwayat gangguan terhadap pedagang sebelum insiden berlangsung.

Sementara itu, warga sekitar berharap kejadian ini menjadi perhatian pihak berwenang agar kasus premanisme yang mengganggu pedagang kecil tidak dibiarkan terus berlangsung. Beberapa pedagang mengaku mengalami gangguan serupa namun takut untuk melapor.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan segera melapor apabila terdapat intimidasi atau ancaman di lingkungan sekitar.

Berita Lainnya  Anggota DPRD Karawang H. Erick Heryawan Apresiasi GOKAR, Aplikasi Lokal yang Berpihak Pada Driver

(Red)

Bagikan Artikel