Beranda Budaya Musisi Blitar Bergema di Pasar Wage, DPRD Sambut Gagasan Blitar Creative Center

Musisi Blitar Bergema di Pasar Wage, DPRD Sambut Gagasan Blitar Creative Center

BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || – Alunan lagu-lagu legendaris menggema di halaman Parkir Pasar Wage, Jalan Mastrip, Kota Blitar, Jumat (17/7/2026) malam. Legend Music Community (LMC) kembali menghadirkan panggung musik gratis yang bukan sekadar menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi para musisi lintas generasi.

Kegiatan swadaya yang digelar rutin setiap dua pekan ini dihadiri ratusan masyarakat bersama sejumlah anggota DPRD Kota Blitar, yakni Yudi Meira, Yasa Kurniawanto, Johan Marihot, Totok Sugiarto, dan Aris Dedi Arman.

Suasana semakin hangat ketika Yudi Meira secara spontan naik ke panggung untuk menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para musisi yang terus menjaga denyut kreativitas Kota Blitar.

Menurutnya, komunitas seni merupakan aset daerah yang mampu menggerakkan ekonomi apabila mendapat dukungan serius dari pemerintah.

Berita Lainnya  69 Titik Program P3-TGAI 2026 Di Kabupaten Bekasi Disorot: Rawan Penyimpangan dan Kualitas Buruk, IWO INDONESIA Minta Pengawasan Diperketat

“Apa yang kita lihat malam ini adalah bukti nyata. Jika dikelola bersama seperti Malioboro di Yogyakarta atau Kayutangan Heritage di Malang, tentu akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” ujarnya yang disambut tepuk tangan pengunjung.

Anggota DPRD Kota Blitar dari Fraksi Golkar, Yasa Kurniawanto, turut memberikan dukungan terhadap keberlangsungan komunitas musik.
Ia menilai komunitas yang masih merintis membutuhkan wadah bersama agar mampu berkembang menjadi gerakan yang lebih besar.

“Komunitas harus memiliki rumah bersama dan mampu berkolaborasi dengan komunitas lainnya. Pemerintah juga harus hadir untuk mendukungnya,” katanya.

Dalam diskusi yang berlangsung setelah pertunjukan musik, moderator sekaligus jurnalis LingkarAktual.com, Ric, menyampaikan gagasan pembentukan Blitar Creative Center (BCC) sebagai ruang kolaborasi lintas komunitas.

Berita Lainnya  Suranto, S.E., S.H., C.C.D,.Nilai Ketegasan Gubernur Jawa Barat Tolak Reaktivasi SPP Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Pendidikan

Gagasan tersebut terinspirasi dari berkembangnya pusat-pusat ekonomi kreatif di berbagai kota dan diharapkan mampu mempertemukan komunitas seni, budaya, UMKM, industri kreatif, ekonomi digital hingga sektor pertanian dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Menanggapi hal tersebut, Yasa Kurniawanto menyatakan bahwa pemerintah siap membuka ruang komunikasi dan mengawal proses kajian agar gagasan tersebut dapat dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, setiap kebijakan harus disusun melalui kajian yang matang sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif lokal.

Ketua Pelaksana LMC, Somadi, dalam komunitas yang akrab disapa dengan “Pak Som”, mengaku bersyukur kegiatan sederhana yang dirintis komunitas mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Berita Lainnya  Polisi Batal Tetapkan Febrie Ardianysah Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang, Polri Kalah Power?

“Kami berharap pemerintah terus hadir mendukung komunitas. Banyak musisi di Blitar yang membutuhkan ruang untuk berkarya.

Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Malam itu, panggung kecil di Pasar Wage bukan hanya menghadirkan nostalgia melalui lagu-lagu legendaris, tetapi juga melahirkan optimisme baru.

Dari ruang sederhana tersebut, lahir harapan agar kolaborasi antara komunitas, pemerintah, pelaku usaha, media, dan masyarakat mampu mewujudkan Blitar Creative Center sebagai ekosistem kreatif yang kelak menjadi penggerak ekonomi sekaligus identitas baru Kota Blitar. (ric)

Bagikan Artikel