BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Organisasi Sundawani memperingati Milangkala (Hari Jadi) ke-19 dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan di Bumi Sangkuriang, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Minggu (2/8/2026).
Momentum ini menjadi penegasan komitmen organisasi dalam melestarikan budaya Sunda, mempererat persaudaraan, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat, Jawa Barat, dan Indonesia.
Perayaan Milangkala ke-19 dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) Sundawani dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir pula para sesepuh, tokoh masyarakat, tokoh budaya, tokoh pemuda, serta sejumlah organisasi dan komunitas sahabat, di antaranya Cepot Motah, Sawarna, Lendeng D’Genk, FKPPI, Manggala, Gibas, MPH, Pemuda Pancasila, serta keluarga almarhum Kiki Lesmana (Maedpo).
Mengusung tema “Ngamumule Budaya, Ngaraksa Persatuan, Ngabakti Pikeun Bangsa”, Milangkala ke-19 menjadi refleksi perjalanan hampir dua dekade Sundawani dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Sunda agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur, kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Sunda yang memukau. Atraksi debus, kuda lumping, serta penampilan seni budaya dari berbagai perwakilan DPD Sundawani Indonesia mendapat sambutan meriah dan apresiasi dari para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Sundawani menegaskan bahwa usia ke-19 merupakan tonggak penting untuk memperkuat jati diri organisasi sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus organisasi kemasyarakatan yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Milangkala ke-19 bukan sekadar memperingati bertambahnya usia organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat, menjaga persatuan, serta terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, budaya, dan kebangsaan. Budaya Sunda harus menjadi sumber nilai yang mampu memperkuat karakter bangsa di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Sunda seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh kepada generasi muda sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis, berkarakter, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Selama 19 tahun perjalanan organisasi,
Sundawani telah melaksanakan berbagai program di bidang pelestarian budaya, pendidikan, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan semangat gotong royong di berbagai daerah. Organisasi juga terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat sebagai upaya menjaga kearifan lokal sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.

Milangkala ke-19 juga menjadi ajang konsolidasi nasional organisasi. Para pengurus dari berbagai tingkatan melakukan evaluasi perjalanan organisasi serta menyusun strategi menghadapi tantangan masa depan, termasuk memperkuat peran generasi muda agar mencintai budaya daerah tanpa meninggalkan semangat inovasi, kreativitas, dan perkembangan teknologi.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, Sundawani memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi besar dalam membesarkan organisasi serta menjaga eksistensi budaya Sunda. Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas perjuangan dan pengabdian mereka selama ini.
Selain kegiatan seremonial, Milangkala ke-19 juga diwarnai berbagai kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian Sundawani terhadap masyarakat. Semangat gotong royong, solidaritas, dan pengabdian terus menjadi nilai utama yang dipegang teguh dalam setiap langkah organisasi.
Melalui peringatan Milangkala ke-19 ini, Sundawani kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya Sunda, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga semangat kebhinekaan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat dan Indonesia.
(Pu2t)











