BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Upaya Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat terus diperkuat. Salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair atau Bursa Kerja 2026 yang berlangsung pada 25 – 26 Juni 2026 di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Jl. Imam Bonjol No.7 Blitar, dan menghadirkan puluhan perusahaan dan ratusan peluang kerja bagi pencari kerja dari berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut resmi dibuka oleh Bupati Blitar Rijanto pada Kamis (25/6/2026). Sebanyak 43 perusahaan turut berpartisipasi dalam bursa kerja ini dengan menawarkan lebih dari 900 lowongan pekerjaan bagi lulusan SMA/sederajat hingga sarjana.
Dalam sambutannya, Bupati Rijanto menegaskan bahwa ketersediaan lapangan pekerjaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam mendorong pertumbuhan daerah.

Menurutnya, perkembangan dunia usaha dan industri yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga memiliki kompetensi serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar kerja.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya kesempatan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar semakin kompeten, produktif, dan mampu bersaing di berbagai sektor pekerjaan,” ujar Rijanto.
Ia menambahkan, Job Fair menjadi sarana strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, sekaligus memperluas akses informasi ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Rijanto juga memaparkan capaian Kabupaten Blitar dalam menekan angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Blitar pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,49 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,77 persen.
“Penurunan ini menjadi indikator bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, dan masyarakat telah berjalan dengan baik. Namun kita tidak boleh berpuas diri karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, menjelaskan bahwa jumlah peserta Job Fair tahun ini mencapai 43 perusahaan baik BUMN maupun swasta yang telah lolos proses seleksi.
Awalnya, panitia hanya menyediakan kuota untuk 40 perusahaan karena keterbatasan lokasi penyelenggaraan. Namun tingginya antusiasme dunia usaha membuat jumlah pendaftar mendekati 50 perusahaan sehingga dilakukan proses seleksi sebelum penetapan peserta.
“Kuota awal sebenarnya 40 perusahaan karena keterbatasan lokasi. Namun yang mendaftar hampir 50 perusahaan sehingga setelah dilakukan seleksi, akhirnya ada 43 perusahaan yang ikut berpartisipasi,” jelas Ivong.
Dari total peserta, sebanyak 12 perusahaan berasal dari luar Kabupaten Blitar, di antaranya dari Malang dan Surabaya. Selain itu, sejumlah perusahaan yang mengikuti kegiatan juga memiliki jaringan usaha yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.
Ivong mengungkapkan, total lowongan yang tersedia dalam Job Fair 2026 mencapai lebih dari 900 posisi dengan kebutuhan tenaga kerja yang beragam.
“Jumlah lowongan yang disediakan kurang lebih 900-an. Ada yang diperuntukkan bagi lulusan SMA atau SLTA sederajat dan ada juga beberapa formasi untuk lulusan sarjana,” ungkapnya.
Meski tidak menetapkan target penyerapan tenaga kerja secara khusus, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap penyelenggaraan Job Fair dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Bursa Kerja Tahun 2026 diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. (ric)











