KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Sejumlah warga Perumahan Villa Kencana Cikarang, yang masuk wilayah Desa Karangsentosa, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan penyaluran beras bantuan pangan yang dinilai tidak tepat sasaran. Sabtu (28/08/2026).
Keluhan tersebut muncul setelah sejumlah warga mempertanyakan mekanisme pendataan hingga penetapan penerima bantuan. Warga menilai masih terdapat masyarakat yang dianggap layak menerima bantuan, namun justru tidak mendapatkan beras bantuan pangan.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan perbedaan penyaluran bantuan antarrukun tetangga (RT) di lingkungan Perumahan Villa Kencana Cikarang.

“Di RT sini tidak ada yang dapat, tetapi satu blok yang lain mendapatkan semua. Padahal kami sama-sama warga Karangsentosa. Ini ada dugaan penyalahgunaan jabatan,” ungkapnya.
Selain persoalan ketepatan sasaran, warga juga mempertanyakan jumlah bantuan beras yang diterima. Menurut informasi yang disampaikan warga, bantuan seharusnya diberikan sebanyak 30 kilogram atau tiga karung untuk satu kepala keluarga, namun terdapat penerima yang disebut hanya mendapatkan 10 kilogram atau satu karung.
Ada kejanggalan terkait lokasi pendistribusian beras bantuan pangan tersebut, warga mengatakan bahwa pengambilan beras tersebut tidak di kantor Desa melainkan di lokasi yang disebut sebut tempat usaha “My Caffe”milik kepala desa.

Melihat peristiwa tersebut yang mencuat di warga villa Kencana cikarang yang masuk wilayah Karangsentosa, awak media langsung konfrimasi ke lokasi tempat pendistribusian beras bantuan tersebut di my Caffe, dan bertemu salah satu petugas pembagian berinisial A,
Awak media menanyakan mengapa beras bantuan pemerintah ini di bagikan tidak di kantor desa, A menjawab “karena di kantor desa tempat nya kurang memadai.” ujar A yang berada di lokasi.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga bahwa beras tersebut di distribusikan langsung di antar ke rumah-rumah penerima Hak, namun. dari keterangan salah satu petugas desa saat ditanya di lokasi pembagian di my Caffe, bahwa warga mengambil datang lagsung ke my Caffe tempat penyimpanan beras bantuan pangan tersebut.
Hal tersebut muncul dugaan Bansos jangan di jadikan alat kampanye, Di sisi lain, warga juga mempertanyakan adanya dugaan keterkaitan penyaluran bantuan dengan kepentingan politik. Dugaan tersebut mencuat lantaran proses pembagian bantuan disebut-sebut berdekatan dengan aktivitas atau kepentingan politik tertentu.
Warga meminta pihak terkait menjelaskan secara terbuka mengenai dasar pembagian dan jumlah bantuan yang diterima masing-masing keluarga.
“Kami hanya berharap bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang memang membutuhkan. Jangan sampai bantuan pemerintah justru menimbulkan kecemburuan di masyarakat,” ujar warga tersebut.
Warga Pertanyakan Dugaan Politisasi Bantuan
Selain masalah pendataan dan jumlah bantuan, muncul pula dugaan adanya keterkaitan penyaluran bantuan dengan kepentingan politik tertentu.
Dugaan tersebut mencuat lantaran waktu penyaluran bantuan disebut berdekatan dengan aktivitas atau kepentingan politik tertentu. Namun demikian, dugaan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih membutuhkan klarifikasi serta bukti dari pihak-pihak terkait.
Warga berharap bantuan pemerintah tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik maupun kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Mereka juga meminta Pemerintah Desa Karangsentosa, pihak penyalur, serta instansi terkait membuka informasi mengenai data penerima dan mekanisme penyaluran bantuan pangan agar masyarakat memperoleh kejelasan.
Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera memberikan penjelasan mengenai dasar penetapan penerima bantuan, jumlah bantuan yang dialokasikan, serta mekanisme distribusinya.
Transparansi dinilai penting agar tidak muncul kesalahpahaman maupun kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Karangsentosa maupun pihak terkait mengenai keluhan warga, perbedaan jumlah bantuan yang diterima, serta dugaan politisasi bantuan tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Karangsentosa, pihak penyalur, maupun seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
(Nendang)











