BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Pameran dan kompetisi filateli bertaraf internasional, Asian International Stamp Exhibition 2026, resmi dibuka pada Kamis (27/8/2026) di Gedung Kantor Pos Indonesia, Jalan Banda, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 ini menjadi ajang pertemuan kolektor sekaligus kompetisi filateli yang melibatkan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.
Sebanyak 22 negara yang tergabung dalam Persatuan Exhibitor Prangko Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sejumlah negara lainnya diketahui belum dapat mengirimkan delegasi secara langsung.
Ketua Seksi Bursa Persatuan Exhibitor Prangko Indonesia, Avie Wijaya, mengatakan Asian International Stamp Exhibition 2026 bukan sekadar pameran koleksi perangko, tetapi juga menjadi arena kompetisi resmi dengan penilaian terhadap berbagai koleksi filateli dari sejumlah negara.

Kompetisi dipusatkan di lantai 7 Gedung Kantor Pos Indonesia Bandung. Koleksi peserta dinilai oleh para delegasi dan juri internasional sebelum penghargaan diberikan dalam malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026 di Gedung Yayasan.
Menurut Avie, penyelenggaraan pameran internasional tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap filateli, terutama di kalangan generasi muda.

Ia mengakui perkembangan teknologi digital telah membuat keberadaan perangko semakin jauh dari kehidupan anak-anak dan generasi muda. Kondisi tersebut berbeda dengan masa kejayaan filateli ketika pameran perangko mampu menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar.
“Dulu pada tahun 1996, pameran di gedung ini bisa menyedot hingga 100 ribu pengunjung. Namun sekarang, jumlah pengunjung mungkin berkisar di angka 1.000 orang saja. Para kolektor senior sudah banyak yang berpulang, sementara merekrut minat generasi muda relatif sangat sulit,” ujar Avie saat ditemui di lokasi pameran.

Padahal, kata dia, perangko memiliki nilai sejarah dan kebangsaan yang sangat kuat. Selembar perangko tidak hanya berfungsi sebagai alat pelengkap pengiriman surat, tetapi juga merepresentasikan identitas dan kedaulatan sebuah negara.
Berbagai tema seperti budaya, pariwisata, flora, fauna, tokoh nasional hingga peristiwa sejarah dapat ditemukan dalam penerbitan perangko. Karena itu, filateli dinilai dapat menjadi media pembelajaran sejarah yang menarik bagi generasi muda.

Avie mencontohkan koleksi perangko Indonesia yang merekam perjalanan sejarah sejak masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang hingga periode perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1950. Perangko yang diterbitkan pada masa tersebut bahkan dikenal sebagai perangko Revolusi dan memiliki nilai historis tinggi.
Untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, dunia filateli juga terus melakukan inovasi. Sejumlah negara mulai menghadirkan perangko dengan desain dan material yang lebih kreatif untuk menarik perhatian generasi muda.
Salah satunya Korea Selatan yang dinilai berhasil memanfaatkan popularitas budaya populer untuk memperkenalkan filateli kepada anak muda. Penerbitan perangko bertema grup idola Blackpink, misalnya, menjadi salah satu strategi untuk menghubungkan dunia perangko dengan minat generasi masa kini.
Inovasi juga dilakukan melalui penggunaan material yang tidak biasa, seperti kayu hingga kulit. Indonesia pun telah mengembangkan perangko dengan konsep yang lebih kreatif, termasuk perangko beraroma wangi dan berbahan kayu.
Sementara itu, untuk memperkuat edukasi filateli, panitia Asian International Stamp Exhibition 2026 melibatkan sekitar 500 pelajar dari berbagai sekolah dalam rangkaian edukasi dan seminar selama kegiatan berlangsung.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkenalkan filateli kepada generasi muda yang semakin jarang bersentuhan dengan aktivitas surat-menyurat secara konvensional. Kehadiran aplikasi pesan instan seperti WhatsApp telah mengubah pola komunikasi masyarakat yang sebelumnya sangat bergantung pada surat dan perangko.
Di tengah perubahan tersebut, PT Pos Indonesia terus berupaya melakukan inovasi agar perangko tetap memiliki daya tarik. Kehadiran perangko dengan desain, bahan, maupun konsep yang lebih modern menjadi salah satu upaya untuk menjaga eksistensi filateli di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam Asian International Stamp Exhibition 2026, penyelenggara juga menghadirkan panel khusus Indonesia serta ruang pamer yang dapat dinikmati masyarakat. Kehadiran pameran ini diharapkan dapat membuka kembali ketertarikan masyarakat terhadap dunia filateli sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia melalui perangko.
Secara historis, Indonesia memiliki perjalanan panjang dalam dunia filateli. Penerbitan perangko di Nusantara telah berlangsung sejak 1864, sehingga tradisi mengoleksi dan mengapresiasi perangko memiliki kaitan erat dengan perjalanan sejarah bangsa.
Melalui Asian International Stamp Exhibition 2026, Persatuan Exhibitor Prangko Indonesia berharap filateli tidak sekadar menjadi hobi para kolektor senior, tetapi dapat berkembang menjadi sarana edukasi, pelestarian sejarah dan budaya bagi generasi berikutnya.
Pameran internasional di Bandung tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya komunikasi digital, perangko tetap memiliki cerita. Setiap lembarannya menyimpan jejak perjalanan sebuah bangsa, sekaligus menjadi bagian dari sejarah yang layak dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.











