Beranda Budaya Arka Tectona Bandung Juara Piala Kadishub 2026, Tumbangkan Persaingan Ketat di Final

Arka Tectona Bandung Juara Piala Kadishub 2026, Tumbangkan Persaingan Ketat di Final

BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || 8 Oktober 2026 — Tim Arka Tectona Bandung keluar sebagai juara pertama Piala Kadishub 2026 cabang olahraga bola voli yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung di GOR Koni Bandung, Kamis (8/10/2026).

Pertandingan final berlangsung sengit dan penuh ketegangan. Arka Tectona Bandung akhirnya mampu menunjukkan permainan terbaiknya dan memastikan diri sebagai kampiun pada gelaran perdana Piala Kadishub 2026.

Atas keberhasilan tersebut, Arka Tectona Bandung berhak membawa pulang piala dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.

Posisi juara kedua diraih Tim Dinas Perhubungan Kota Bandung dengan uang pembinaan Rp7,5 juta, sementara Kartika Astar menempati posisi ketiga dan memperoleh uang pembinaan Rp5 juta.

Piala Kadishub 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 sekaligus memeriahkan HUT Kota Bandung.

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026, tersebut diikuti delapan tim yang terbagi dalam dua pool. Peserta berasal dari unsur instansi terkait, klub bola voli lokal serta kelompok masyarakat di Kota Bandung.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, S.IP., M.M., mengatakan turnamen tersebut merupakan gelaran perdana yang sekaligus menjadi tahap uji coba untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga dengan skala yang lebih besar pada masa mendatang.

Berita Lainnya  Posyandu ILP Puskesmas Cisoka Perluas Layanan Kesehatan untuk Semua Siklus Kehidupan

Menurut Rasdian, olahraga tidak hanya berbicara mengenai persaingan untuk menjadi pemenang. Lebih dari itu, terdapat nilai kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan dan sportivitas yang harus terus dibangun.

“Yang paling penting kita junjung sportivitas dan prestasi, tetapi jangan sampai melupakan silaturahmi. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat bagi semua,” ujar Rasdian.

Rasdian yang memiliki latar belakang sebagai pemain bola voli juga mengungkapkan bahwa olahraga tersebut memiliki kedekatan emosional baginya. Ia pernah berlatih bola voli di kawasan GOR Pajajaran sekitar tahun 1985 hingga 1989.

Kecintaannya terhadap bola voli menjadi salah satu alasan dirinya mendorong penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia berharap Piala Kadishub tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan dan membina bibit-bibit atlet potensial Kota Bandung.

Para pemain muda berbakat, kata dia, diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu memperkuat Kota Bandung dalam berbagai kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Manajer Arka Tectona: Mental dan Motivasi Jadi Kunci

Sementara itu, Manajer Tim Arka Tectona, H. Ricky Arka Setiawan, mengaku sangat bangga atas pencapaian anak asuhnya yang mampu tampil maksimal hingga akhirnya meraih gelar juara.

Berita Lainnya  Pedagang Ciroyom Adukan Polemik Revitalisasi ke DPRD Jabar, Soroti Farhan dan PD Pasar

“Alhamdulillah, anak-anak sudah menunjukkan performa yang sangat baik dan sesuai dengan apa yang memang diharapkan oleh tim,” ujar Setiawan seusai pertandingan final.

Menurutnya, persiapan menghadapi kompetisi sebenarnya telah dilakukan cukup lama. Namun, karena undangan pertandingan diterima dalam waktu relatif singkat, tim kemudian memaksimalkan persiapan yang ada dengan memberikan arahan dan motivasi kepada para pemain.

“Kita memang sudah mempersiapkan cukup lama karena sebelumnya kita sudah mendapatkan undangan. Anak-anak juga mampu menunjukkan kualitas permainan yang baik sesuai dengan arahan dari pelatih. Alhamdulillah, hari ini kita bisa menjadi juara,” katanya.

Setiawan menilai salah satu kunci keberhasilan Arka Tectona adalah kemampuan pemain menjaga motivasi dan mental bertanding.
Ia mengatakan setiap kompetisi bukan hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemauan kuat dari para pemain untuk menjadi yang terbaik.

“Sebetulnya kita kembalikan lagi kepada anak-anak. Karena setiap kompetisi, tujuan kita adalah menjadi yang terbaik. Kemarin kita juga kembali memberikan motivasi kepada anak-anak, apakah mereka ingin menjadi yang terbaik atau tidak,” ungkapnya.

Motivasi tersebut kemudian menjadi pemacu pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik di lapangan.

“Kalau memang ingin menjadi yang terbaik, semuanya kembali kepada diri masing-masing. Skill harus ditunjukkan dan mental juga harus siap,” tutur Setiawan.

Berita Lainnya  HUT ke-48, PD X FKPPI Jawa Barat Teguhkan Komitmen Bela Negara dan Pengabdian

Ia berharap keberhasilan meraih gelar juara tidak membuat para pemain cepat puas. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi pada kompetisi berikutnya.

“Yang terpenting anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Ini menjadi pengalaman sekaligus motivasi agar ke depan mereka bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Kadishub Tutup Turnamen dengan Pesan Sportivitas

Menutup rangkaian Piala Kadishub 2026, Rasdian Setiadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan memberikan permainan terbaik selama turnamen berlangsung.

Ia menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah pertandingan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah berpartisipasi dan memberikan permainan terbaiknya. Yang paling utama dalam pertandingan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga sportivitas, kebersamaan dan silaturahmi,” ujar Rasdian.

Dengan berakhirnya Piala Kadishub 2026, Dishub Kota Bandung berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan menjadi agenda olahraga tahunan dengan peserta dan cakupan kompetisi yang lebih luas.

Selain menjadi ajang prestasi, turnamen diharapkan mampu memperkuat hubungan antarkomunitas, instansi dan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi lahirnya atlet-atlet bola voli potensial dari Kota Bandung.

(Pu2t)

Bagikan Artikel