Beranda Artikel Filosofi Kutu di Kepala: Tentang Orang yang Hanya Datang untuk Menghisap, Bukan...

Filosofi Kutu di Kepala: Tentang Orang yang Hanya Datang untuk Menghisap, Bukan Memberi Manfaat.

NASIONAL || LINGKARAKTUAL.COM || – Ada filosofi menarik dari seekor kutu di kepala. Selama rambut masih tumbuh lebat, kutu betah tinggal di sana. Ia tidak pernah memberi manfaat, tidak pernah membantu merawat rambut, tetapi terus mengisap darah untuk kepentingannya sendiri.

Namun, ketika rambut dicukur habis hingga kepala menjadi botak, kutu-kutu itu kehilangan tempat tinggal. Satu per satu pergi mencari kepala lain untuk dijadikan tempat bergantung.

Begitulah kehidupan

Ada orang yang datang bukan karena peduli, melainkan karena ada yang bisa dinikmati. Ketika kita punya jabatan, kekuasaan, harta, atau pengaruh, mereka datang mendekat, seolah-olah menjadi sahabat paling setia.

Berita Lainnya  Kolaborasi Merries Jagoan Kulit Bayi dengan Alfamart Sahabat Posyandu, Targetkan 2.800 Penerima Manfaat

Tetapi ketika semua itu hilang, barulah terlihat siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang selama ini hanya menjadi benalu.

Jangan takut kehilangan orang-orang yang hanya bisa mengisap darah kehidupan kita. Terkadang, menjadi botak jauh lebih baik daripada terus memelihara kutu.

Karena tidak semua yang menempel itu berarti setia, dan tidak semua yang pergi berarti kehilangan.

— Filosofi Kehidupan.
*Jefri Susanto

Bagikan Artikel