BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – 16 Agustus 2026 – Paguyuban Cepot Motah Indonesia (PCMI) menggelar peringatan Milangkala ke-9 dengan penuh semarak. Mengusung semangat persaudaraan, kebudayaan dan kepedulian sosial, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen PCMI agar semakin solid dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan Milangkala ke-9 PCMI yang dipimpin Ketua Umum PCMI, Tommy Subagja, turut dihadiri Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, S.E., M.Pd. Selain jajaran pengurus dan anggota PCMI, hadir pula sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Sawarna, Sundawani, Pemuda Pancasila, BPKB Banten, D’Lendeng, Manggala, BBC, serta APAK. Para sesepuh PCMI, termasuk Abah Alam, juga hadir bersama keluarga besar Paguyuban Cepot Motah Indonesia.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Gebyar Pagelaran Seni Budaya Nusantara, yang menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari pencak silat, tarian daerah, jaipong, debus hingga pagelaran wayang golek. Kehadiran kesenian tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para tamu, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian PCMI terhadap pelestarian budaya Sunda dan Nusantara.
Ketua Umum PCMI Tommy Subagja menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian Milangkala ke-9 dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, acara Milangkala ke-9 ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini kita isi dengan Gebyar Pagelaran Seni Budaya Nusantara, mulai dari pencak silat, wayang, jaipong hingga debus,” ujar Tommy.
Menurut Tommy, perjalanan sembilan tahun PCMI bukanlah akhir dari perjuangan organisasi. Sebaliknya, usia tersebut menjadi titik awal untuk terus membangun organisasi agar semakin berkembang, maju dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Ini bukan akhir perjuangan, tetapi justru awal perjuangan kita. Mudah-mudahan ke depan PCMI semakin berkembang, semakin maju dan semakin sukses,” katanya.
Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan
Tommy menegaskan, Milangkala ke-9 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan seluruh keluarga besar PCMI.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh, anggota, tamu undangan, organisasi masyarakat dan komunitas yang telah hadir serta ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh sahabat, sesepuh dan organisasi yang hadir. Kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga. Berbeda organisasi bukan berarti berbeda dalam persaudaraan,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan jumlah anggota PCMI terus bertambah dengan tetap mengedepankan semangat guyub, kekeluargaan dan solidaritas.
“Harapan saya, anggota Cepot Motah Indonesia ke depannya semakin banyak, semakin guyub, semakin maju dan semakin solid,” tuturnya.
Dukung Program Pemerintah dan Pelestarian Budaya
Tommy juga menegaskan komitmen PCMI untuk mendukung berbagai program pemerintah, khususnya program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, sosial dan pelestarian budaya.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya yang digelar dalam Milangkala ke-9 menjadi salah satu bentuk dukungan PCMI terhadap upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
“PCMI selama ini selalu mendukung program pemerintah. Salah satunya melalui kegiatan seni dan budaya Nusantara seperti yang kita laksanakan hari ini,” katanya.
Selain budaya, PCMI juga terus menyiapkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebelumnya, organisasi tersebut telah menjalankan berbagai kegiatan di bidang UMKM dan sosial. Saat ini, PCMI juga semakin aktif mendorong program pelestarian serta pengembangan seni budaya.
“Kalau untuk program, kita terus berpikir. Kemarin sudah ada program UMKM, ada program sosial, dan sekarang kita juga memiliki program budaya. Mudah-mudahan semuanya bisa terus berkembang,” ujar Tommy.
PCMI Komitmen Ikut Perangi Peredaran Tramadol dan Kejahatan Jalanan, Dalam kesempatan tersebut, Tommy turut menyoroti berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk peredaran obat-obatan ilegal seperti tramadol serta kejahatan jalanan yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan masa depan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa PCMI mendukung langkah pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran tramadol ilegal.
“Beberapa bulan ini PCMI terus mendukung program pemerintah untuk memberantas peredaran tramadol. Tramadol ilegal ini salah satu hal yang dapat merusak generasi bangsa dan moral bangsa,” tegas Tommy.
Menurutnya, upaya menjaga generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Terkait persoalan kejahatan jalanan, Tommy mengatakan PCMI juga telah melakukan pemantauan di sejumlah wilayah sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
“PCMI akan terus kompak mengawal dan mendukung upaya pemberantasan kejahatan yang meresahkan masyarakat. Beberapa kali kita melakukan pemantauan di sejumlah daerah dan menemukan beberapa kasus,” ujarnya.
Namun, Tommy menegaskan bahwa keterlibatan PCMI tersebut bukan untuk mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum. PCMI, kata dia, ingin menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga kondusivitas lingkungan serta membantu pemerintah dan aparat dalam menciptakan rasa aman.
“Kami ingin ikut menjaga kondusivitas dan membantu pemerintah serta aparat dalam menciptakan rasa aman di masyarakat,” pungkasnya.
Semarak Pagelaran Seni Budaya Nusantara
Kemeriahan Milangkala ke-9 PCMI semakin terasa dengan penampilan berbagai kesenian tradisional. Sejumlah tarian daerah, pencak silat, jaipong dan pertunjukan debus turut memeriahkan acara.
Penampilan Band Paprika juga membuat suasana semakin meriah dan menghibur para peserta. Sementara sebagai salah satu puncak acara, panitia menghadirkan pagelaran wayang golek, yang merupakan salah satu kesenian tradisional Sunda dengan kandungan nilai budaya, pendidikan dan pesan moral.
Pagelaran tersebut sekaligus mempertegas komitmen PCMI untuk ikut menjaga eksistensi kesenian tradisional Sunda di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran berbagai organisasi, komunitas, tokoh masyarakat, para sesepuh serta keluarga besar PCMI menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan yang telah dibangun selama sembilan tahun perjalanan organisasi.
Dengan semangat guyub, budaya dan kepedulian sosial, Milangkala ke-9 PCMI diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat organisasi, memperluas program kemasyarakatan, mendukung pelestarian budaya serta terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Milangkala ke-9 pun ditutup dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, dengan harapan PCMI ke depan semakin solid, semakin berkembang dan semakin dekat dengan masyarakat.
(Pu2t)











