BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Pemerintah Kota Blitar resmi membuka Blitar Djadoel 2026, agenda tahunan yang mengangkat kekayaan sejarah dan budaya Kota Blitar dengan konsep yang lebih segar, sederhana, namun sarat nilai edukasi. Memasuki penyelenggaraan ke-15, event kebanggaan Kota Blitar ini digelar pada 8–12 Juli 2026 di Aloon-Aloon Kota Blitar dengan mengusung tema “Ngrembaka Kinarya Pinuju Praja Utama.”
Pembukaan Blitar Djadoel 2026 dihadiri langsung oleh Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, S.H.I., yang akrab disapa Mas Ibin, bersama Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim, Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf. Virlani Arudyawan, S.H., M.M., M.H.I., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Mas Ibin menyampaikan bahwa evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya menjadi pijakan utama dalam menghadirkan konsep baru Blitar Djadoel tahun ini. Pengunjung diajak menikmati perjalanan lintas zaman melalui penataan kawasan yang lebih natural dan autentik.

“Konsep Blitar Djadoel kali ini lebih natural. Kami membawa pengunjung melintasi waktu, mulai dari zaman kerajaan, pra-kemerdekaan, masa kolonialisme, hingga pasca-kemerdekaan. Bahkan ornamen pendukung seperti tenda-tenda yang digunakan memakai model tempo dulu untuk memperkuat kesan jadulnya,” ujar Mas Ibin.
Usai menyampaikan pidato pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Blitar sebagai tanda resmi dibukanya Blitar Djadoel 2026. Prosesi tersebut turut disaksikan Ketua DPRD Kota Blitar, Komandan Kodim 0808/Blitar, jajaran Forkopimda, OPD terkait, serta para tamu undangan sebelum bersama-sama meninjau area penyelenggaraan.
Beragam daya tarik disuguhkan dalam Bazar Blitar Djadoel 2026. Mulai dari stan kuliner tempo dulu yang menghadirkan cita rasa khas masa lampau, deretan koleksi barang-barang antik, hingga lorong tematik yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan sejarah Indonesia. Seluruh kawasan ditata dengan ornamen bernuansa klasik sehingga menghadirkan pengalaman wisata sejarah yang lebih hidup dan edukatif.
Momentum penyelenggaraan yang bertepatan dengan musim liburan dimanfaatkan Pemerintah Kota Blitar untuk menjadikan Blitar Djadoel 2026 sebagai destinasi wisata unggulan bagi masyarakat. Kehadiran event ini melengkapi rangkaian agenda yang sebelumnya sukses digelar, seperti Soekarno Coffee Fest dan Car Free Day (CFD), yang dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkot Blitar juga terus mengembangkan konsep Kota Blitar sebagai kota yang hidup selama 24 jam. Untuk mendukung wisata malam sekaligus memperkuat perputaran ekonomi pelaku UMKM, pemerintah tengah menyiapkan skema pembukaan sejumlah kawasan wisata strategis, termasuk Kompleks Makam Bung Karno, agar dapat diakses selama 24 jam.
Melalui penyelenggaraan Blitar Djadoel 2026, Pemerintah Kota Blitar menargetkan jumlah kunjungan mencapai ratusan ribu orang. Rata-rata pengunjung diperkirakan menembus lebih dari 20 ribu orang per hari, dengan nilai perputaran ekonomi selama pelaksanaan acara diproyeksikan melampaui Rp1 miliar.
Selain menghadirkan konsep baru, Pemerintah Kota Blitar juga melakukan pembenahan pada sektor perparkiran. Wali Kota Blitar telah menandatangani Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur penurunan tarif parkir khusus selama pelaksanaan event.
Berdasarkan aturan tersebut, tarif parkir sepeda motor diturunkan dari Rp5.000 menjadi Rp2.000, sedangkan tarif parkir mobil turun dari Rp10.000 menjadi Rp3.000.
Pemerintah Kota Blitar juga melakukan penataan terhadap juru parkir resmi. Seluruh petugas kini dibekali seragam khusus yang dilengkapi nama dan nomor registrasi sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus memudahkan pengawasan di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan maupun tindakan tidak kooperatif dari oknum juru parkir. Pengunjung dapat mendokumentasikan identitas petugas dan menyampaikan laporan melalui kanal pengaduan resmi Sapamaos Wali atau saluran komunikasi Pemerintah Kota Blitar lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Pemerintah Kota Blitar berharap Blitar Djadoel 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya dan sejarah, tetapi juga menjadi motor penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM, sekaligus menghadirkan ruang rekreasi yang aman, nyaman, edukatif, dan inklusif bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Blitar selama musim liburan. (ric)











