SUKATANI, KABUPATEN BEKASI, LINGKARAKTUAL.COM – Keluhan warga terkait dugaan pencemaran lingkungan yang bersumber dari saluran air pembuangan Rumah Sakit DKH Sukatani kembali mencuat. Jumat (17/04/2026).
Warga sekitar menilai pihak rumah sakit terkesan mengabaikan keluhan masyarakat mengenai aliran limbah yang diduga mengalir ke lingkungan permukiman. Kamis (16/04/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, saluran air pembuangan tersebut menimbulkan genangan yang memasuki rumah warga jika banjir pas hujan turun bahkan saat tidak turun hujan pun air pembuangan menggenang, sehingga membuat warga merasa terganggu.
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat serta kebersihan lingkungan sekitar.
Beberapa warga mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada penanganan serius maupun solusi nyata yang dirasakan masyarakat. Mereka berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran.
“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat saluran pembuangan yang tidak dikelola dengan baik,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga meminta pemerintah daerah serta dinas lingkungan hidup untuk segera melakukan inspeksi agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Warga juga keluhkan mahalnya tarif tiket parkir, dan parkir tersebut tidak memakai struk resmi, hanya menggunakan tulisan struk manual. Hal ini diduga menghindari kewajiban pajak kepada pemerintah daerah.

“Saya nginap menunggu anak sakit, saat masuk diberikan struk parkir print, ketika keluar hanya diberikan struk tulisan manual pakai tangan, saya membayar parkir dinilai tidak wajar dan di luar ketentuan.”Ujar “A salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit DKH Sukatani terkait keluhan tersebut.
(Nendang)











