Beranda Investigasi Pekerja Lining Saluran Air di Kp Penombo Desa Pantai Harapan Jaya Tuntut...

Pekerja Lining Saluran Air di Kp Penombo Desa Pantai Harapan Jaya Tuntut Upah Belum Dibayar

MUARAGEMBONG, KABUPATEN BEKASI, LINGKARAKTUAL.COM – Sejumlah pekerja proyek lining saluran air di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapan Jaya, menuntut pembayaran upah yang tak kunjung diberikan. Pekerja mengaku sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai instruksi mandor lapangan, namun hingga kini belum menerima hak mereka.

“Sudah hampir 2 bulan kerja selesai, tapi upah belum dibayar. Ditanya ke mandor katanya tunggu pembayaran dari PT dwi jaya niaga (DJN)
ujar salah satu pekerja, Kamis 16 April 2026. Para pekerja mengaku dibayar secara harian, namun pembayaran terakhir terhenti tanpa kejelasan.

Berita Lainnya  Masyarakat Mendorong Gakkum KLH Audit Pengelola Limbah

Menurut keterangan warga, proyek lining saluran air tersebut merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur irigasi desa. Namun tidak ada anggaran di papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, sehingga warga dan pekerja tidak mengetahui terkait anggaran.

Kondisi ini membuat para pekerja resah. Mereka berharap ada campur tangan dari pihak desa dan kecamatan segera untuk memediasikan dengan pemborong proyek.yaitu JH “Kami orang kecil, cuma minta hak kami. Tenaga sudah keluar, masa upah nggak dibayar,” kata pekerja lainnya.

Kami dan kawan kawan pekerja proyek leningan ini ga mengenal lelah panas dan hujan sudah di anggap jadi sahabat demi menyambung hidup keluarga kami dengan berharap dapat upah tapi hingga sa’at ini tidak ada kejelasan nya seharus nya jaman sekarang sudah tidak ada lagi orang2 yang membodohi orang susah,” Ujar salah satu pekerja dengan nada kesal.

Berita Lainnya  Samanhudi (Kijaga Kali) Secara Tegas ‎Plt Bupati Bekasi Dinilai Gagal Paham Regulasi, Pernyataan Soal Perda LP2B Tuai Sorotan Keras

Ketua kelompok tani kp PENOMBO kec muara gembong mursin membenarkan bahwa upah para pekerja sebagian ada yang belum di bayar dan para pekerja pun hampir setiap hari datang ke rumah saya mempertanyakan bayaran.

Hingga berita ini dirilis, pihak mandor maupun dari pihak PT dwi jaya niaga (DJN) belum memberikan keterangan resmi. Warga meminta Dinas terkait dan Camat Muara Gembong turun tangan memastikan hak pekerja dipenuhi dan proyek berjalan transparan.

Pekerja menegaskan akan membongkar batu yang sudah terpasang jika tidak ada kepastian pembayaran dalam waktu dekat.

Berita Lainnya  Polres Metro Bekasi Gandeng Ormas dalam Acara Halal Bihalal, Netizen Singgung Jalan Rusak

Red

Bagikan Artikel