BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Seluruh siswa baru SMP Negeri 1 (SMPN 1) Kota Blitar yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama masuk sekolah. Kebijakan tersebut memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak yang sama sebagai penerima manfaat program pemerintah.
Wakil Kepala SMPN 1 Kota Blitar Bidang Kesiswaan, Dimas Aji, mengatakan tidak ada perbedaan pemberian MBG antara siswa baru dengan siswa kelas VIII dan IX.
> “Betul. Hari ini seluruh siswa tetap mendapatkan MBG, termasuk siswa baru yang sedang menjalani MPLS,” ujar Dimas Aji, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, total penerima manfaat MBG di SMPN 1 Kota Blitar saat ini mencapai 911 orang, terdiri atas 288 siswa baru, 564 siswa kelas VIII dan IX, serta 59 guru dan tenaga kependidikan.
Menurut Dimas, program MBG telah diberikan sejak hari pertama dimulainya kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Ia juga memastikan hingga kini tidak ada kebijakan baru dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait pembatasan jumlah penerima manfaat selama pelaksanaan MPLS.
Pada hari normal, makanan bergizi yang dipasok oleh SPPG Sri Gading didistribusikan ke SMPN 1 Kota Blitar menjelang waktu istirahat sekitar pukul 10.00 WIB. Namun selama pelaksanaan MPLS, jadwal pembagian dimajukan menjadi pukul 09.00 WIB menyesuaikan perubahan jadwal kegiatan siswa baru.
“Selama MPLS siswa baru, MBG diberikan pada pukul 09.00 WIB atau menyesuaikan dengan waktu istirahat yang berubah sementara,” jelas Dimas.
Sementara itu, Koordinator Aliansi SPPG Blitar Raya, Bambang Sunarso, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 30 SPPG di Kota Blitar dan 126 SPPG di Kabupaten Blitar yang mendukung pelaksanaan Program MBG.
Dengan kapasitas layanan sekitar 2.000 penerima manfaat di setiap SPPG yang mayoritas merupakan peserta didik, Bambang menyebut lebih dari 300 ribu porsi MBG mulai disalurkan secara serentak sejak Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh siswa baru yang sedang mengikuti MPLS tetap memperoleh MBG sejak hari pertama masuk sekolah.
“Memang ada wacana dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak memasukkan siswa baru dalam daftar penerima MBG selama MPLS. Tapi SPPG di Blitar Raya sepakat, karena MPLS juga berlangsung di ruang kelas, maka siswa baru tetap mendapatkan jatah MBG,” paparnya.
Bambang menambahkan, hingga saat ini tidak ada pengurangan jumlah penerima manfaat Program MBG pada tahun ajaran baru 2026/2027 dibandingkan periode sebelumnya.
Sebaliknya, cakupan program masih akan terus diperluas untuk menjangkau lembaga pendidikan yang belum menerima manfaat MBG. Penambahan sasaran tersebut dimungkinkan karena masih terdapat sejumlah SPPG yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) operasional, namun belum memperoleh alokasi penerima manfaat secara optimal.
Program Makan Bergizi Gratis diharapkan terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal di lingkungan sekolah. (ric)











