KOTA BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mendorong intervensi yang lebih serius di bidang pendidikan matematika dan sains, menyusul hasil pemetaan kompetensi matematika yang dilakukan bersama FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB).
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat usai peluncuran hasil pemetaan kompetensi MTK bagi siswa se-Jabar di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung.
“Kerja sama ini merupakan sesuatu yang luar biasa.
Hasilnya sudah menggambarkan kondisi hasil belajar matematika anak-anak kita, meskipun pelaksanaannya belum mencakup seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Sekdisdik.
Rapor Numerasi Belum Capai Target
Sekdisdik mengungkapkan, kondisi yang ditemukan dalam pemetaan ITB sejalan dengan data rapor pendidikan yang selama ini dipegang Dinas Pendidikan.
Pada 2025, skor rapor pendidikan Jawa Barat pada aspek numerasi berada di angka 66,81, masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 70,6.
“Para kepala dinas pendidikan se-Indonesia pun menyampaikan hal yang sama bahwa nilai rapor numerasi masih sangat rendah, termasuk di Jawa Barat,” katanya.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di jenjang SMA. Deden menyebut, kemampuan numerasi di jenjang SMK bahkan lebih memprihatinkan. Hal serupa terjadi di sekolah luar biasa (SLB), baik pada jenjang SMPLB maupun SMALB yang nilainya masih berada di bawah standar yang diharapkan.
Sekdisdik menambahkan, data rapor pendidikan berkorelasi signifikan dengan hasil TKA.
“Dari hasil yang ada, terlihat adanya korelasi yang signifikan antara rapor mutu pendidikan dengan hasil TKA,” ungkapnya.
Hasil TKA untuk jenjang SD dan SMP sendiri dijadwalkan keluar pada 26 Mei mendatang.
Pemetaan Diperluas ke Jenjang SD dan SMP
Sekdisdik menjelaskan, program pemetaan kompetensi matematika yang dirintis bersama ITB tidak berhenti di jenjang SMA.
Program dilanjutkan dengan pemetaan kompetensi matematika untuk jenjang SMP dan SD di wilayah cekungan Bandung yang meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.
Pemetaan SMP melibatkan 3.402 siswa dari 173 sekolah.
Distribusi kompetensi menunjukkan level I sebesar 34,88% dan level II sebesar 41,91%, dengan hanya 1,18% siswa yang mencapai level IV.
Pada jenjang SD, pemetaan melibatkan 3.295 siswa dari 169 sekolah, dengan distribusi level I sebesar 20,79% dan level II sebesar 34,51%. Hanya 1,79% siswa SD yang berhasil mencapai level IV.
*Guru Jadi Kunci Perubahan*
Senada dengan temuan tim ITB, Sekdisdik menekankan, intervensi tidak cukup hanya menyasar siswa.
Penguatan kompetensi guru menjadi variabel yang sama pentingnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan matematika dan sains di Jawa Barat.
“Intervensi juga perlu dilakukan kepada guru, baik melalui uji kompetensi maupun pelatihan.
Sebab, ketika berbicara tentang STEAM dan sains, akan sulit meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Jawa Barat tanpa penguatan kompetensi guru,” tegasnya.
Editor: Diskominfo Kota Bandung.
(D.F & Red)











