BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Puluhan paguyuban Langen Beksan di Kabupaten Blitar mendapat perhatian dan dukungan dari wakil rakyat. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Dewan (Sowan) atau reses yang digelar Guntur Wahono, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, di Cita Rasa Nusantara, Omah Babe, Kecamatan Kesamben, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kelompok Langen Beksan, khususnya dari wilayah Blitar Timur. Ketua Paguyuban Langen Beksan Kabupaten Blitar, Darpo, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog dan menyampaikan aspirasi terkait perkembangan kesenian tradisional tersebut.
“Sekitar 90 persen peserta yang hadir merupakan kelompok Langen Beksan Blitar Timur. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kami berharap pemerintah daerah dan wakil rakyat terus memberikan dukungan agar kesenian ini berkembang dan membawa nama baik Kabupaten Blitar,” ujar Darpo.
Ia menjelaskan, berdasarkan kelompok yang pernah diundang di Pendopo Kabupaten Blitar, terdapat 24 grup yang telah teridentifikasi. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan lebih banyak karena dalam satu desa bisa terdapat dua hingga tiga kelompok. Dalam kegiatan di Kesamben, sebanyak 16 grup dari Blitar Timur hadir sebagai perwakilan.
Darpo juga menyoroti pentingnya regenerasi agar Langen Beksan tetap diminati generasi muda. Selain itu, persoalan administrasi, khususnya perizinan dan kepemilikan nomor induk paguyuban, masih menjadi kendala sejumlah kelompok.
“Kami berharap ada pembinaan sehingga setiap grup memiliki nomor induk dan administrasinya lebih tertata. Generasi muda juga perlu dilibatkan sebagai penerus kesenian ini,” tambahnya.
Langen Beksan merupakan kesenian tari tradisional Jawa yang berkembang dari kesenian Tayub. Istilah langen berarti keindahan atau hiburan, sedangkan beksan berarti tarian. Dalam perkembangannya, kesenian ini dikemas lebih santun sebagai hiburan dan sarana mempererat kebersamaan masyarakat.
Pertunjukan Langen Beksan diiringi gamelan, pengrawit, serta tembang Jawa yang dibawakan sinden. Kesenian tersebut biasa ditampilkan dalam acara penyambutan tamu, pernikahan, khitanan, syukuran hingga bersih desa.
Melalui kegiatan Sowan tersebut, diharapkan perhatian terhadap kelompok seni tradisional semakin meningkat, terutama dalam pembinaan kelembagaan, dukungan kegiatan, dan regenerasi agar warisan budaya Jawa tetap lestari di Kabupaten Blitar.
*Met











