PEBAYURAN, KABUPATEN BEKASI, LINGKARAKTUQL.COM – Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran – Proyek lining saluran air di Desa Sumber Urip yang digarap oleh PT Dwi Jaya Niaga diduga telah merugikan warga, baik dari sisi tenaga maupun materi. Salah satunya Warnas Pribumi yang mengaku mengalami kerugian hingga Rp2.473.000.
Pemilik Warnas Pribumi menyebut kerugian itu berasal dari utang konsumsi pekerja proyek yang belum dibayar. “Katanya bon dulu, nanti dibayar pas turun upah. Sudah 2 bulan lebih, orangnya nggak ada kabar.dan yang akan bertanggung jawab mandor nya JH tapi hingga sa’at ini sama saja tidak ada kabar Totalnya Rp2.473.000,” ujarnya, jum’at 24 April 2026.

Pemilik warnas NR akan membawa permasalahan ini ke dinas terkait dengan ada nya proyek lening saluran air bukan nya mengurangi beban warga malah bikin kerugian proyek ini kan pake anggaran pemerintah yang nama nya pemerintah ga mungkin merugikan warga ini mungkin oknum yang menjalankan tugas nya tidak amanah,, ujar NR
Dan kami juga akan menyurati pa gubernur dedi mulyadi untuk minta bantuan agar terkait permasalahan kerugian materi yang saya alami dan juga para pekerja yang upah nya belum di bayarkan semua,
Selain materi, warga juga mengeluhkan sistem kerja proyek. Beberapa warga lokal yang ikut bekerja mengaku upahnya belum jelas. “Kerja sudah selesai, tapi mandornya bilang tunggu pencairan dari PT. DJN Sampai sekarang nggak ada kejelasan,” kata salah satu pekerja.
Papan informasi proyek tidak ditemukan di lokasi, sehingga warga tidak mengetahui nilai anggaran, sumber dana, dan masa pelaksanaan. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek lening saluran air di sumber urip tidak berjalan transparan.
Kepala Desa Sumber Urip belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga. Sementara itu, pihak PT Dwi Jaya Niaga (DJN) belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.
Warga berharap Pemerintah Desa, Kecamatan Pebayuran, dan Dinas terkait kabupaten segera turun tangan. Mereka meminta agar kerugian warga diganti dan sisa upah pekerja segera dibayarkan. Jika tidak ada tindak lanjut, warga mengancam akan melaporkan kasus ini ke pihak berwenang,
Red,











