Beranda News PJU Banyak yang Mati, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Diduga Tutup Mata, Anggaran...

PJU Banyak yang Mati, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi Diduga Tutup Mata, Anggaran Perawatan Jadi Sorotan Publik

KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || — Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di berbagai ruas jalan di Kabupaten Bekasi kini menuai kecaman masyarakat. Minimnya penerangan di malam hari dinilai bukan hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, namun juga membahayakan keselamatan warga dan rawan memicu tindak kriminalitas. Rabu (20/05/2026).

Ironisnya, di tengah banyaknya keluhan masyarakat, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi dinilai lamban bahkan diduga terkesan melakukan pembiaran terhadap kondisi PJU yang padam dalam waktu cukup lama. Sejumlah titik jalan utama seperti kedungwaringin, Jalan menuju muara gembong, hingga jalan penghubung antar wilayah tampak gelap gulita tanpa adanya penanganan cepat dari pihak terkait.

Berita Lainnya  Wakapolda Jabar Tinjau Pullman Hotel, Salah Satu Tempat Atlet FIFA ASEAN Cup 2026 Menginap

Publik pun mulai mempertanyakan kejelasan dan transparansi anggaran perawatan PJU yang setiap tahun dikabarkan menghabiskan anggaran cukup besar. Namun di lapangan, banyak lampu jalan yang justru dibiarkan mati berbulan-bulan tanpa perbaikan maksimal.

“Kalau memang ada anggaran perawatan, kenapa masih banyak lampu jalan mati? Jangan sampai masyarakat menduga anggaran hanya habis di atas kertas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dan buruknya kinerja pemeliharaan fasilitas publik di bawah kewenangan Dishub Kabupaten Bekasi. Terlebih, penerangan jalan merupakan kebutuhan vital masyarakat yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.

Berita Lainnya  Desa Kretek Sukses Gelar Pemilihan Anggota BPD Periode 2026-2034 Melalui Sistem Keterwakilan

Tak sedikit warga menilai alasan klasik soal keterbatasan anggaran maupun kekurangan personel teknis tidak dapat dijadikan dalih terus-menerus. Sebab, masyarakat tetap membayar pajak penerangan jalan yang tercantum dalam tagihan listrik setiap bulan.

Selain rawan kecelakaan, jalanan gelap akibat PJU mati juga disebut berpotensi meningkatkan aksi kriminalitas pada malam hari. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Perhubungan terkait pemeliharaan PJU.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, publik khawatir persoalan PJU mati hanya akan menjadi rutinitas tahunan tanpa solusi nyata, sementara keselamatan masyarakat terus dipertaruhkan di jalanan gelap Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya  Pendidikan Generasi Muda Diuji Era Digital, Bullying hingga Guru Honorer Disorot

(Red)

Bagikan Artikel