PEBAYURAN-KABUPATEN BEKASI, Jawa Barat || LINGKARAKTUAL.COM || – Penggunaan dana bantuan oprasional sekolah atau yang lebih di kenal dengan sebutan dana BOS SDN karang segar 01 di duga jadi ajang korupsi kepala sekolah demi meraup untung dan kepentingan pribadi selama menjabat ” Kondisi sekolah di pertanyaan awak media dan masyarakat desa karang segar. Bekasi 03-09-2025.
Pantauan awak media di sekolah SDN 01 karang segar mesti kunjungan pada pagi hari namun tidak di temukan adanya kepala sekolah contoh teladan bagi siswa untuk tepat waktu dan disiplin diduga jauh dari harapan

Terkait kondisi sekolah SDN Karang segar 01 pebayuran, tidak adanya perubahan perbaikan apapun di sekolah di duga sejak dirinya menjabat meski dana bos setiap tahunnya selalu di salurkan pemerintah melalui kemendikbud pertahan sedangkan kepala sekolah menerima anggaran dana bos
Tahap 1 tanggal 11 april 2023 di Terima sebesar Rp 116.330.000 tahap 2.tanggal Terima 23 Juli 2023 sebesar Rp 118.090.000
Tahap 1 di Terima kepala sekolah SDN karang segar 01 sebesar Rp 19 Januari 2024 sebesar Rp 112.990.000
Tahap 2.tanggal di Terima 09 Agustus 2024 sebesar Rp 121.973.000
menyikapi pemberitaan media beberapa waktu yang lalu kami dan tiem dengan komentar hasanuddin oknum Kepala sekolah SDN Karang segar 01 yang di duga pinter pat gulipat dalam rekayasa anggaran dana bos kenyataan sungguh mengerikan jika benar dugaan rekayasa penggunaan dana bos di karang segar 01 banyak penyelewengan atau rekayasa kami akan melaporkan kedinas pendidikan kabupaten bekasi yang di pimpin iman faturahman
Sebagai sosial control penggunaan anggaran negara awak media dan masyarakat meminta kejaksaan kabupaten bekasi dan Tipikor polres kabupaten bekasi untuk panggil dan periksa kepala sekolah 01 karang segar selama menjabat di duga selewengkan dana bos dengan anggaran begitu fantastik.
Kepala sekolah SDN Karang segar 01 hasanuddin saat di mintai klarifikasi lewat handphone selular nya tidak aktip bahkan di tlp nomor nya sudah ganti sampai berita ini di terbitkan kepala sekolah tidak bisa di hubungi dan di temui
(Masda Hendrayana_Kabiro)











