Beranda Komunitas MEMBANGUN JIWA NASIONALISME YANG TEGUH DAN NYATA

MEMBANGUN JIWA NASIONALISME YANG TEGUH DAN NYATA

BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Ketua DPD Serikat Buruh Nasionalis Indonesia (SBNI) Jawa Barat, Rd. Yadi Suryadi, menegaskan pentingnya membangun jiwa nasionalisme yang teguh dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Yadi, wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting dalam membentuk cara pandang masyarakat Indonesia terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan tersebut berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Nasionalisme bukan sekadar rasa cinta terhadap tanah air, tetapi harus diwujudkan melalui sikap nyata dengan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujar Yadi Suryadi dalam keterangannya di Bandung, Kamis (20/8/2026).

Ia menuturkan, semangat nasionalisme tidak cukup hanya ditunjukkan melalui penghormatan terhadap bendera Merah Putih maupun menyanyikan lagu kebangsaan. Nilai nasionalisme harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, toleransi, kepedulian terhadap sesama, serta sikap menghormati perbedaan.

“Nasionalisme harus hadir dalam tindakan. Kejujuran dalam bekerja, disiplin menjalankan tanggung jawab, menghormati sesama, dan peduli terhadap lingkungan sosial merupakan bagian dari kecintaan kita kepada Indonesia,” katanya.

Berita Lainnya  Miris! Muhammad Rizki Firdaus (13) Alami Gizi Buruk, Penanganan Dugaan Stunting Disorot

Nasionalisme di Era Digital
Yadi juga menyoroti tantangan nasionalisme di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kecerdasan dan tanggung jawab dalam menggunakan ruang digital agar tidak menjadi sumber perpecahan.

“Di era digital, nasionalisme juga berarti bijak dalam bermedia sosial. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, ujaran kebencian maupun konten yang dapat memecah persatuan. Kita harus menjadikan media sosial sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, ras, budaya dan berbagai latar belakang masyarakat Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Keberagaman adalah kekuatan Indonesia. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, karena kita boleh berbeda tetapi tetap satu sebagai bangsa Indonesia,” tegas Yadi.

Berita Lainnya  SMPN 55 Kota Bandung melaksanakan Latsar Bela Negara Kelas IX-2026

Tanggung Jawab Semua Elemen Masyarakat
Lebih lanjut, Yadi menegaskan bahwa menjaga keutuhan NKRI bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat negara. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran yang sama, mulai dari pelajar, pekerja, masyarakat umum, pelaku usaha hingga para pejabat pemerintahan.

“Semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Indonesia tetap utuh, berdaulat dan bermartabat. Nasionalisme harus menjadi kesadaran bersama, bukan hanya slogan yang disampaikan dalam kegiatan seremonial,” katanya.

Menurutnya, generasi muda juga memiliki posisi penting dalam menjaga masa depan bangsa. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan perlu terus ditanamkan melalui pendidikan, lingkungan keluarga, organisasi kemasyarakatan, dunia kerja dan kehidupan sosial.

Berlandaskan Konstitusi
Yadi menjelaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme memiliki landasan yang kuat dalam kehidupan bernegara, antara lain Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, UUD 1945 yang mengatur berbagai aspek persatuan, kewajiban warga negara dan pembelaan negara, serta ketetapan MPR dan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan.

Berita Lainnya  MENYAMBUT HUT KEMERDEKAAN KE-81, SBNI LANTIKKAN DEKLARASI KEBANGSAAN: PERSATUAN TEGUH, KEADILAN SOSIAL DAN HAK PEKERJA HARUS NYATA

“Jadi, nasionalisme bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Ia memiliki landasan ideologis dan konstitusional yang harus dipahami serta diamalkan oleh seluruh warga negara,” ujarnya.

Jadikan Nasionalisme sebagai Kompas Kehidupan
Di akhir keterangannya, Yadi mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat dan Indonesia untuk menjadikan nasionalisme sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan jiwa nasionalisme sebagai kompas dalam kehidupan. Taat aturan, bekerja secara profesional, jujur dalam menjalankan tugas, bertanggung jawab dalam mengelola keuangan negara, serta selalu menjaga nama baik bangsa,” ajaknya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kebersamaan juga harus terus diperkuat karena menjadi bagian penting dari karakter kehidupan masyarakat Indonesia.

“Kita adalah bangsa yang besar. Kekuatan Indonesia terletak pada persatuan, kebersamaan, gotong royong dan kesetiaan kita kepada Indonesia. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju, adil dan bermartabat,” pungkas Yadi Suryadi.

(Pu2t)

Bagikan Artikel