Beranda News Laki-laki Perlu Dilibatkan dalam Masalah Kesehatan Reproduksi

Laki-laki Perlu Dilibatkan dalam Masalah Kesehatan Reproduksi

KABUPATEN GARUT, Jawa Barat || Lingkaraktual.com || Ketimpangan gender dalam masalah reproduksi masih menjadi tantangan besar, di mana isu ini seringkali dianggap hanya milik perempuan. Padahal, peran strategis laki-laki dalam mendukung hak kesehatan reproduksi dinilai belum optimal.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengintegrasian Peta Jalan dan Rencana Aksi Pelibatan Laki-laki dalam Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) melalui Pendekatan Pemenuhan Kesehatan Reproduksi Tahun 2025. Bimtek tersebut berlangsung di Fave Hotel, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut,

Berita Lainnya  Tiba di Tanah Air Dini Hari, Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan

Acara ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Garut dalam mewujudkan kesetaraan gender dan memenuhi hak kesehatan reproduksi masyarakat.

“PPRG menjadi instrumen penting untuk memastikan keadilan dan kesetaraan gender dalam kebijakan dan penganggaran,” tegas Sekda.

Oleh karena itu, diperlukan peta jalan dan rencana aksi yang terintegrasi, di mana pelibatan laki-laki menjadi pembaharu gerak dalam proses yang sistematis. Strategi ini mencakup pelibatan laki-laki sebagai agen pembaharu dalam keluarga, komunitas, dan kebijakan publik.

Sekda juga mengakui bahwa Kabupaten Garut pernah dihadapkan pada kasus-kasus kekerasan berbasis gender yang menjadi viral. Namun, melalui upaya DPPKBPPPA, berbagai treatment telah dilakukan, termasuk pendekatan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan.

Berita Lainnya  Ibadah Kamis Putih di Karo Berlangsung Aman, Pengamanan Polisi Berjalan Optimal

“Kami juga menggandeng beberapa stakeholder terkait, baik psikolog maupun pihak eksternal, untuk memberikan penanganan yang lebih holistik,” jelasnya.

Tujuan utama kegiatan Bimtek ini adalah untuk memastikan bahwa semua program dan kebijakan di daerah, khususnya di Kabupaten Garut, memasukkan isu Pengarusutamaan Gender (PUG), kesehatan, dan isu pelibatan laki-laki.

Selain itu, Plt. Asisten Deputi Kemen PPPA Anggin Nuzula Rahma menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para peserta terkait isu pengarusutamaan gender.

“Tahun lalu yang mengikuti dari Garut hanya satu orang, kami ingin memulai kembali brainstorming konsep-konsep isu gender yang spesifik di Kabupaten Garut,” tambahnya.

Berita Lainnya  Mukhlis...! Gembong Utama Perederan Obat Terlarang Jenis Golongan G Di Wilayah Hukum Polres Tangerang Selatan

Ia berharap, masing-masing pemangku kepentingan yang hadir dapat menggali isu di perangkat daerahnya dan menuangkannya dalam konsep perencanaan dan penganggaran. Diharapkan program terkait pelibatan laki-laki ini tidak berhenti di Bimtek saja, melainkan dapat terus dikawal dan masuk ke dalam RPJMD perangkat daerah.

Editor: Diskominfo Kabupaten Garut

(Redakasi)

Bagikan Artikel