BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Identitas pria yang ditemukan tewas di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di bawah Flyover Kopo, Kota Bandung, Senin (5/10/2026) siang, akhirnya terungkap.
Korban diketahui berinisial DD (26), warga Soreang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), DD diduga melompat dari atas Flyover Kopo.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang saksi, Debi Yoga (34), mengaku mendengar suara teriakan sebelum melihat korban terjatuh dari atas flyover.
“Saat itu saya ada di seberang jalan dan mendengar teriakan. Korban jatuh dari atas dan korban masih sempat bernapas setelah terjatuh. Korban saat jatuh kakinya terlebih dahulu,” kata Debi.
Menurut Debi, suara teriakan tersebut diduga berasal dari korban. Teriakan terdengar sejak korban masih berada di atas flyover hingga akhirnya terjatuh ke bawah.

Debi menyebut kejadian serupa pernah terjadi di lokasi tersebut. Sekitar sepekan sebelumnya, seorang pria juga disebut sempat hendak melompat dari Flyover Kopo, namun berhasil digagalkan oleh aparat bersama warga.
Kali ini, DD ditemukan dalam kondisi kritis setelah terjatuh dari ketinggian flyover yang diperkirakan sekitar 12 hingga 15 meter. Nyawanya tidak tertolong.
Petugas Tim Inafis Polrestabes Bandung kemudian tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jasad korban.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad korban dievakuasi menggunakan kantung jenazah untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit.
Panit Reskrim Polsek Bojongloa Kidul, Ipda Taufik, mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil olah TKP, korban diduga melompat dari atas flyover.
“Berdasarkan sejumlah saksi mata dan olah TKP, korban DD diduga meloncat dari flyover. Jasad korban sudah dievakuasi,” ujar Ipda Taufik.
Petugas selanjutnya melakukan penanganan lebih lanjut untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian serta penyebab korban berada di atas Flyover Kopo sebelum terjatuh.
Hingga kini, keterangan dari saksi dan hasil pemeriksaan petugas menjadi bagian dari proses penanganan kasus tersebut.
(Pu2t)











