KOTA BOGOR, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM|| – Bogor Innovation Award (BIA) 2025 telah melewati pengumuman pemenang di Grand Ballroom GSC STP IPB.
Inovasi Gula Kulit Pisang (Gukupi) yang diciptakan siswa-siswi SMPN 4 Kota Bogor berhasil meraih juara 1.
Penemuan yang digagas empat orang siswa ini diketuai oleh Muhamad Alvero dengan anggota Gabriel, Chiko, dan Kayla.
Mereka berhasil menciptakan gula cair rendah kalori berbahan baku kulit pisang. Ide ini bermula dari eksperimen sederhana Alvero saat iseng meneliti kandungan kulit pisang.
“Awalnya lagi makan pisang rebus ibu saya. Pisangnya habis saya makan, sisanya masih ada kulitnya. Saya tes kulit pisang itu ternyata ada kandungan karbohidrat yang lumayan.
Dari situ saya berpikir kalau karbohidrat itu bisa menghasilkan gula,” ucap Alvero.
Dari sana kemudian ia mengajak ketiga temannya untuk meneliti lebih lanjut sejak Februari 2025.
“Prosesnya cukup panjang. Di antaranya kita lakukan sterilisasi kulit pisang, kemudian kita bilas, kita rebus dan kemudian diperas, kita ambil sarinya, kita diamkan dalam toples, kemudian kita panaskan lagi, kita uji lagi, baru keluar hasilnya gula cair,” jelasnya.
Hasil penelitian ini telah dikemas menarik dan melalui uji organoleptik serta uji laboratorium.
“Hasilnya gula ini aman untuk dikonsumsi dan juga ternyata gula ini merupakan gula rendah kalori,” tambahnya.
Keberhasilan para siswa tidak lepas dari peran guru, orang tua, serta semangat belajar yang tinggi.
Mereka juga gemar membaca jurnal ilmiah dan menuangkan ide-ide baru dalam bentuk eksperimen nyata.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut memberikan apresiasi kepada para pemenang.
“Karena jika pemerintah bisa datang dan pergi silih berganti, tapi masyarakat yang kreatif adalah tulang punggung dan modal bagi perekonomian bangsa. Dan Indonesia tidak boleh kalah, sehingga dengan binaan-binaan secara periodik, secara rutin semua orang bisa berkreasi mengambil langkah inovasi yang dimulai sejak bangku sekolah,” ujar Dedie.
Ia berharap kegiatan seperti BIA dapat melahirkan bibit-bibit ilmuwan, penemu, dan inovator yang berdiri di atas kaki sendiri serta berkontribusi membangun bangsa.
“Maka atas dasarnya dari pemikiran dan pola pikir yang lengkap hadir untuk membangun sebuah bangsa yang kuat,” pungkasnya.
Editor: Diskominfo Kota Bogor
(Riva.Y & Red)











