BANDUNG, JAWA BARAT || LINGKARAKTUAL.COM || – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, meminta seluruh kader PPP di Jawa Barat memperkuat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Penguatan struktur partai hingga tingkat desa ditargetkan rampung pada akhir 2026 sebagai langkah strategis menghadapi tahapan verifikasi pemilu.
Pesan tersebut disampaikan Mardiono saat melantik pengurus harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat yang diketuai Uu Ruzhanul Ulum, dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I DPW PPP Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Mardiono menegaskan, Muskerwil bukan sekadar agenda seremonial atau pelantikan pengurus, melainkan momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memastikan konsolidasi partai berjalan secara menyeluruh hingga tingkat akar rumput.
“Muskerwil ini bukan seremonial seperti pelantikan atau pengukuhan, tetapi merupakan momentum untuk konsolidasi secara menyeluruh dan melakukan evaluasi terhadap tugas-tugas yang sudah ditetapkan dalam agenda partai, apakah sudah berjalan atau belum,” ujar Mardiono.

Ia menjelaskan, PPP Jawa Barat telah menyelesaikan Musyawarah Wilayah (Muswil) serta Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh kabupaten dan kota. Tahapan berikutnya adalah melanjutkan konsolidasi melalui Musyawarah Ranting Anak Cabang (Musrancap) di tingkat kecamatan, kemudian pembentukan kepengurusan ranting di tingkat desa.
Mardiono berharap seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada akhir 2026, sehingga PPP memiliki kesiapan organisasi yang kuat dalam menghadapi verifikasi partai politik peserta pemilu.
“Alhamdulillah, Jawa Barat sudah melaksanakan Muswil dengan baik. Pembentukan kepengurusannya sudah selesai dan berjalan. Kemudian dilanjutkan dengan Muscab di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat, dan itu juga sudah selesai,” katanya.
Menurut Mardiono, Jawa Barat merupakan wilayah strategis bagi PPP karena memiliki jumlah penduduk yang besar dan potensi pemilih yang signifikan. Ia memperkirakan jumlah pemilih di provinsi tersebut pada Pemilu 2029 dapat mencapai sekitar 40 juta suara.
Besarnya potensi tersebut, lanjutnya, harus diimbangi dengan penguatan struktur organisasi, soliditas kader, serta kerja nyata partai di tengah masyarakat.
“Jawa Barat tentu menjadi agenda yang sangat penting bagi Partai Persatuan Pembangunan karena Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia,” ungkapnya.
Uu Ruzhanul Ulum Tegaskan Konsolidasi Harus Berbuah Kenaikan Suara
Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa hasil Muskerwil I harus menjadi pedoman kerja seluruh jajaran partai, mulai dari pengurus wilayah, pengurus cabang, anggota DPRD, hingga kader di tengah masyarakat.
Menurut Uu, berbagai keputusan yang dihasilkan dalam forum tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus DPW, tetapi merupakan keputusan bersama yang harus dilaksanakan oleh seluruh struktur partai.
Ia berharap konsolidasi yang dilakukan mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan perolehan suara PPP, serta mengembalikan keterwakilan partai di DPR RI pada Pemilu 2029.
“Harapan kami, seluruh kader bisa melaksanakan apa yang diputuskan dalam Muskerwil hari ini. Keputusan ini bukan hanya keputusan pengurus DPW, tetapi juga keputusan bersama para ketua DPC yang harus dilaksanakan,” tegas Uu.
Dalam Muskerwil tersebut, DPW PPP Jawa Barat juga menegaskan arah perjuangan partai melalui tagline “Menguatkan Akidah, Menyatukan Langkah, Merebut Hati Umat.”
Uu menjelaskan, tagline tersebut merupakan penjabaran dari tema besar perjuangan PPP, yakni melanjutkan perjuangan para ulama. Menurutnya, penguatan akidah menjadi landasan penting dalam menjalankan aktivitas politik sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.
Ia menilai perjuangan politik PPP harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keulamaan, persatuan kader, serta komitmen memperjuangkan aspirasi umat.
“Tagline ini selaras dengan semangat melanjutkan perjuangan para ulama. Karena itu, kami ingin menguatkan akidah melalui gerakan-gerakan partai, menyatukan langkah seluruh kader, dan merebut kembali hati umat,” ujarnya.
Uu berharap seluruh keputusan Muskerwil dapat diterjemahkan menjadi program kerja konkret selama satu tahun ke depan. Dengan demikian, konsolidasi organisasi tidak berhenti pada pembentukan struktur, tetapi juga berdampak terhadap penguatan basis dukungan masyarakat.
Target Bangkit dan Kembali ke Senayan
Melalui Muskerwil I ini, PPP Jawa Barat menargetkan konsolidasi organisasi berjalan lebih terarah, soliditas kader semakin kuat, dan strategi pemenangan Pemilu 2029 dapat segera dijalankan.
Uu menekankan, keberhasilan partai tidak cukup diukur dari selesainya agenda musyawarah dan terbentuknya kepengurusan. Seluruh kader harus mampu menjalankan keputusan bersama serta membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PPP.
Ia pun menyampaikan harapan agar PPP dapat bangkit, meraih kemenangan, dan kembali memperoleh kursi di DPR RI pada Pemilu 2029.
“Harapan kami, mudah-mudahan PPP bangkit, menang, dan kembali masuk Senayan pada Pemilu 2029,” pungkasnya.
Dengan target penyelesaian konsolidasi hingga tingkat desa pada akhir 2026, PPP Jawa Barat kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan struktur partai benar-benar aktif dan mampu menjadi mesin perjuangan politik. Tantangannya adalah menerjemahkan semangat Muskerwil menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat sekaligus memperkuat peluang partai dalam kontestasi politik mendatang.
(Pu2t)











