Beranda Budaya Menuju Indonesia Emas 2045, Gen Z Didorong Tak Jadi Penonton

Menuju Indonesia Emas 2045, Gen Z Didorong Tak Jadi Penonton

BLITAR, JAWA TIMUR || LINGKARAKTUAL.COM || — Bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan jumlah generasi muda. Kualitas pendidikan, keterampilan, literasi digital, keterlibatan politik, serta kesiapan menghadapi kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

Hal itu mengemuka dalam agenda sosialisasi dewan yang menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Aryo Nugroho, S.H., Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Muhammad Yahya, serta Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya. Kegiatan diikuti puluhan peserta dari kalangan Gen Z.

Berita Lainnya  Pemda Provinsi Jabar Tutup Operasional Tambang PT Mas Putih Belitung

Aryo Nugroho mendorong anak muda tidak menjadi penonton dalam pembangunan. Menurutnya, generasi muda perlu kritis terhadap pemerintahan sekaligus mampu mengubah kritik menjadi masukan dan aksi nyata. Pemerintah juga dinilai perlu menyediakan ruang pengembangan ekonomi kreatif dan keterampilan digital.

Sementara itu, Guntur Wahono menyoroti hasil riset mahasiswa dan akademisi yang dinilai masih banyak berhenti sebagai dokumen tanpa tindak lanjut kebijakan. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui dukungan anggaran pendidikan.

Menjelang 2029, Guntur juga menilai pemahaman politik generasi muda perlu diperkuat agar mereka tidak apatis. Keterlibatan politik, menurutnya, membutuhkan pengetahuan dan wawasan agar aspirasi dapat disampaikan secara konstruktif.

Berita Lainnya  SDN Karang Setia 03 Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Tanamkan Keteladanan Akhlak kepada Siswa

Dari sisi teknologi, Muhammad Yahya mengingatkan bahwa kedekatan Gen Z dengan AI tidak otomatis berarti mereka menguasai teknologi tersebut. Literasi digital diperlukan agar teknologi menjadi alat yang digunakan secara sadar, bukan justru membentuk pola pikir dan perilaku penggunanya.

Ketua KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya menyoroti pergeseran demokrasi ke ruang digital. Kebebasan berekspresi, menurutnya, perlu berjalan bersama tanggung jawab, persatuan, optimisme, dan karakter kebangsaan.

Forum juga membahas gagasan “Red Line”, wadah anak muda di 22 kecamatan Kabupaten Blitar untuk mengembangkan ilmu, wawasan, kepemimpinan, dan gagasan progresif.

Berita Lainnya  Pendidikan Generasi Muda Diuji Era Digital, Bullying hingga Guru Honorer Disorot

Pada akhirnya, bonus demografi bukan sekadar persoalan jumlah anak muda. Menuju 2045, Gen Z membutuhkan pendidikan, keterampilan, ruang kolaborasi, literasi digital, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan demokrasi.

Indonesia Emas 2045 akan sangat bergantung pada kualitas generasi yang dipersiapkan sejak hari ini.

(Slamet)

Bagikan Artikel