Beranda Hukum Cekcok Pengaturan Air Sawah Berujung Maut, Warga Masaran Sragen Ditikam Tetangganya

Cekcok Pengaturan Air Sawah Berujung Maut, Warga Masaran Sragen Ditikam Tetangganya

SRAGEN, JAWA TENGAH || LINGKARAKTUAL.COM || — Persoalan pengaturan aliran air sawah diduga menjadi pemicu pembunuhan yang terjadi di wilayah Masaran, Kabupaten Sragen. Seorang warga berinisial S Admin (63) dilaporkan tewas setelah ditikam oleh tetangganya sendiri.

Pelaku disebut bernama Satriawan (36), warga Masaran, Sragen. Ia diduga tega menyerang korban menggunakan sebilah pisau hingga korban meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) subuh. Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditikam ketika berjalan di sekitar
rumah pelaku.

Kasus pembunuhan tersebut disebut bermula dari cekcok mengenai pengaturan air untuk sawah. Perselisihan itu diduga membuat emosi pelaku semakin memuncak.

Berita Lainnya  Jalan Tarumanegara di Rekontruksi Rp4,9 Miliar, Pemetapan K3 Jadi Sorotan

Dilansir DetikJateng, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari mengatakan pelaku tersulut emosi karena merasa terancam oleh ucapan korban ketika keduanya terlibat cekcok mengenai persoalan pengairan sawah.

“Pelaku merasa terancam hingga semalaman tidak bisa tidur karena kepikiran ucapan korban, gara-gara air kok sampai ‘arep macul ndasku’, begitu istilahnya,” ujar Dewiana, seperti dikutip dari DetikJateng.

Menurut keterangan tersebut, pelaku diduga masih terbawa emosi saat melihat korban berjalan pada pagi hari di depan rumahnya.

Pelaku kemudian disebut mengejar korban dan melakukan penyerangan menggunakan sebilah pisau. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.

Berita Lainnya  MOTEKAR Preneur 393 Resmi Dibuka, Camat Cikampek Apresiasi GOKAR sebagai Transportasi Online Milik Karawang

Peristiwa ini pun menjadi perhatian masyarakat dan turut viral di media sosial. Banyak pihak menyayangkan konflik mengenai pengairan sawah yang seharusnya dapat diselesaikan melalui musyawarah justru berakhir tragis dengan hilangnya nyawa seseorang.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan pembagian air irigasi, khususnya di wilayah pertanian, seharusnya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, maupun jalur hukum apabila terjadi perselisihan.

Hanya karena persoalan air sawah, nyawa seseorang akhirnya melayang.

(Red)

Bagikan Artikel