TANGERANG, BANTEN || LINGKARAKTUAL.COM || — Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup sementara pada Minggu (6/9) menyusul kondisi ruang udara yang terdampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Berdasarkan NOTAM A3348/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia, status penutupan bandara diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB. Ketentuan tersebut memperbarui informasi sebelumnya yang menyebutkan penutupan diperkirakan berlangsung hingga pukul 13.30 WIB.
Perpanjangan penutupan merupakan bagian dari langkah kehati-hatian dalam menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan. Kondisi sebaran abu vulkanik dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengoperasian pesawat, sehingga perkembangan situasi ruang udara terus menjadi perhatian.
AirNav Indonesia menyatakan pemantauan dilakukan melalui Indonesia Network Management Center (INMC). Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan penerbangan juga terus dilakukan guna memperoleh dan menyampaikan perkembangan kondisi ruang udara secara tepat waktu.
Dengan situasi yang masih dinamis, jadwal operasional penerbangan berpotensi mengalami penyesuaian. Karena itu, calon penumpang disarankan mengikuti informasi resmi dari maskapai penerbangan maupun pengelola Bandara Soekarno-Hatta sebelum menuju bandara.
Penutupan sementara ini tidak serta-merta menunjukkan kondisi darurat di seluruh wilayah sekitar bandara, melainkan merupakan langkah operasional yang berkaitan dengan pertimbangan keselamatan penerbangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik.
Situasi selanjutnya akan bergantung pada hasil pemantauan kondisi ruang udara dan keputusan otoritas terkait.
(Red)











